Puisi-Puisi Safrina Muzdhalifah

Redaksi Nolesa

Minggu, 20 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

nesabamedia.com

nesabamedia.com

Taneyan Lanjhang

Di sini, kami terikat tali temali kerukunan

Hati kami lebih dekat dari rumah-rumah bersisian

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lapang dari halaman yang memanjang

Di sini, dinding-dinding yang menguning

Dibangun oleh perasaan saling

Saat kami tak sanggup berpaling dari suka duka masing-masing

Di sini, pagi terbit dari kepul asap kuali

Kokok ayam, kambing mengembik, dan lenguh sapi-sapi

Serta derap kaki petani dan kuli

Di sini, kami merawat rasa lapar dengan sederhana

Di atas tikar daun siwalan yang kasar, kami duduk bersama

Berbagi sebaki kopi, sebakul nasi jagung, dan sepanci maronggi

Di sini, kami hidup dari keringat

Mengering di belikat kami yang legam pekat

Mengembun di sawah, ladang, dan kandang

Di sini, kami menganyam keharmonisan

Baca Juga :  Puisi-puisi A. Danial Matin-Madura

Dari ruas-ruas keakraban dan ketulusan

Menjadi kampung halaman bergairah kerinduan

Di sini, keselarasan kami siram dengan doa-doa luhur

Agar benih kekuatan tumbuh lebih subur

Agar tak sesuatupun membuatnya gugur

Totosan, 28 Desember 2021

 

Lolobárán

Pada jum’at yang padat

Masehi bereinkarnasi

Jadi mimpi-mimpi dan setali resolusi

Kami menabur kembang tujuh rupa di makam leluhur

Bertafakkur, guyub dalam satu debur shalawat

Mendaur syafa’at, melebur rahmat

Dunia dikeroyok beraneka pesta dan kata-kata

Kami menyulut dupa dalam dada

Membakar petaka, melipur lara, serta menghalau bala’

Kami khidmat dalam semoga

Amin berhamburan dari gugur bunga kamboja

Totosan, 1 Januari 2022

 

Masa Lalu di Langgár Tabíng

Lelagu masa lalu yang mendayu

Dari ubin kayu berdebu

Dan lumut-lumut di pagar bambu

Baca Juga :  Puisi-puisi Moh. Aqil-Madura

Adalah suara masa kanak kami

Berlari bertelanjang kaki

Tatkala maghrib menjejaki bumi

Serentak satu pandu

Kami eja hijaiyah tanpa ragu

Mendaras firmanNya bertalu-talu

Memakunya dalam ingatan

Tembus sampai nurani

Tersemat di dinding-dinding hati

Di hadapan para sepuh, kami betah

Menelaah petuah

Dan kisah nabi-nabi yang menggugah

Meleburnya ke aliran darah

Menitinya dalam laku dan tingkah

Hingga kelak yang entah

Kami mengaji, menekuni

Ketabahan Ayyub dengan ulat-ulat liar berkeliaran

Kepasrahan Ismail nyawanya dikorbankan

Kerelaan Yusuf yang dibuang dan diasingkan

Kemudian kami bangun parit-parit pada diri

Siaga bila kekacauan masa depan hendak memerangi

Totosan, 2 Januari 2022

 

Totosan

Bila terngiang namamu di kepala

Bergejolak samudra di jiwa

Hambar segala rasa yang kupuja

Setiap hal yang terekam mata, kehilangan warna

Baca Juga :  Puisi-Puisi Agus Sanjaya

Dalam rahimmu lahir kedamaian memabukkan

Kerap kali aku gagal berpaling pada pengkhianatan

Kepadamu aku menyusu keyakinan

Mengokohkan otot-otot ketangguhan

Hijau tembakau di bawah terik kemarau

Menghalau galau dan sakau

Runduk padi di balik lembab jejak hujan

Merawatku penuh perhatian

Pohon-pohon aren bergoyang

Membuaiku dengan kasih sayang

Daun kering jati yang berguguran

Mengantarku pada berjuta kemungkinan masa depan

Engkau kenangan paling menggigilkan

Bahkan meski dengan dingin aku tak pernah bersentuhan

Totosan, 04 Januari 2022

 

 

Safrina Muzdhalifah, menulis fiksi dan non-fiksi tapi lebih mencintai puisi dan sepi. Suka membaca novel dan nonton drakor. Anggota Komparasi Rulis (Rumah Literasi Sumenep). Belajar menjadi guru di SDI & SMPI Nurul Bayan Full Day School.

Berita Terkait

Pilkada Tak Langsung: Upaya Pembunuhan Demokrasi oleh Syahwat Elit Politik
Peran Perempuan untuk Masa Depan Peradaban
Di Balik Negeri Bertopeng Bahagia
Pembangkangan Konstitusi: Kudeta Sunyi atas Kedaulatan Rakyat
Desa Tangguh Bencana: Membangun Harmoni dengan Bencana
Madas di Persimpangan Etika: Darsam dan Batas Keberanian yang Hilang
Tentang Penolakan
Hari Ibu: Jejak Kasih yang Tak Pernah Padam

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:40 WIB

Pilkada Tak Langsung: Upaya Pembunuhan Demokrasi oleh Syahwat Elit Politik

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:10 WIB

Di Balik Negeri Bertopeng Bahagia

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:38 WIB

Pembangkangan Konstitusi: Kudeta Sunyi atas Kedaulatan Rakyat

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:29 WIB

Desa Tangguh Bencana: Membangun Harmoni dengan Bencana

Minggu, 4 Januari 2026 - 20:15 WIB

Madas di Persimpangan Etika: Darsam dan Batas Keberanian yang Hilang

Berita Terbaru

Mimbar

Uji Nyali Hakim Kasus ODGJ Sapudi: Catatan Jurnalis

Jumat, 16 Jan 2026 - 09:29 WIB