SUMENEP, NOLESA.COM – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi, mengapresiasi pelaksanaan Festival Ketupat 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep di kawasan wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kamis, 26 Maret 2026.
Mulyadi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep itu menilai Festival Ketupat tahun ini berhasil menjadi sarana merawat warisan budaya sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat dalam suasana Lebaran.
“Dalam konteks ini saya mengapresiasi langkah Pemkab Sumenep, khususnya Disbudporapar, dalam menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Mulyadi, Kamis, 26 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, ia mengaku sedikit kecewa terhadap minimnya jumlah peserta dalam sejumlah lomba yang menjadi bagian dari rangkaian acara festival. Menurutnya, sebagai agenda tahunan yang rutin digelar setiap Hari Raya Ketupat, seharusnya partisipasi masyarakat lebih tinggi.
“Semestinya lebih meriah dan jumlah peserta lomba meningkat dibandingkan festival sebelumnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, lokasi kegiatan yang berada di Pantai Lombang—salah satu destinasi wisata unggulan di Sumenep—seharusnya mampu menarik peserta dalam jumlah besar, bahkan tidak hanya dari kalangan lokal.
“Pantai Lombang sudah sangat dikenal, mestinya peserta tidak hanya ratusan. Ini menjadi catatan penting untuk dievaluasi,” imbuhnya.
Karena itu, Mulyadi meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) sebagai leading sector untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ia berharap ke depan penyelenggaraan festival dapat lebih inovatif dan mampu menarik partisipasi yang lebih luas.
“Kita tetap mendukung karena ini untuk kepentingan masyarakat. Namun harus ada evaluasi dan inovasi, jangan sekadar terlaksana karena ini agenda tahunan,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menyampaikan bahwa Festival Ketupat bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus melestarikan budaya leluhur.
“Kami berharap melalui festival ini nilai kebersamaan dan gotong royong terus terjaga di tengah masyarakat,” kata Faruk usai kegiatan.
Ia menjelaskan, Festival Ketupat 2026 menghadirkan dua jenis lomba, yakni lomba menu ketupat yang diikuti ASN, hotel, dan restoran, serta lomba menganyam kreasi ketupat yang diikuti sekitar 120 peserta dari kalangan pelajar dan masyarakat umum.
Dalam festival tersebut, ratusan peserta menampilkan beragam kreasi ketupat, seperti katopa’ sangoh, katopa’ toju’, katopa’ kope’, katopa’ bhâbâng, katopa’ jhârân, katopa’ masjid, serta berbagai bentuk unik lainnya yang menarik perhatian pengunjung. (*)
Penulis : Rusydiyono









