Pertemuan, Puisi I’m Faik

Redaksi Nolesa

Selasa, 30 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

: I’m Faik


Pertemuan (III)

Pagi itu, Ayina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan tidak sengaja

Mata ‘kita’ saling pandang,

Betapa hati ini angin

menggemuruhkan kata ingin.

Mentari di timur dan engkau di barat

Dari tengah aku menyaksikan keduanya

Betapa pagiku dibuat kacau

Baca Juga :  Ekspresi Luka Batin dan Kritik Sosial dalam Puisi “Ballada Lelaki yang Luka” Karya W.S. Rendra

Ketika dua keindahan muncul

Secara bersamaan.

Maka ketahuilah, Ayina.

Saat mata kita saling beradu

Segala tentang rindu

Tiba-tiba bertemu dan bertamu

Istana Pers Jancukers, 26 Juni 2022 M.

 

Pertemuan (V)

Di simpang jalan itu, Ayina.

Tiba-tiba badai rindu riuh bergemuruh

Baca Juga :  Aksara Asa Purnama

Seketika mengghantam keras tubir hatiku,

Betapa ingatan ini runtuh

Menjelma puing-puing kenangan

Sepanjang malam menjelang subuh.

Kulum senyummu ialah sihir yang mengalir

Ke hilir nafasku serupa takdir.

Seperti biasa, malu selalu engkau piara

Sebagai riwayat temu penuh tanda

Atau bahkan percakapan tanpa canda.

Baca Juga :  Sepi - Puisi Muhammad Dzunnurain

kedipan matamu menyimpan isyarat

Hingga memabukkan orang-orang

Tiap kali hendak untuk memandang.

Senin, 18 Juli 2022 M.


Nama pena dari Faiki Hakiki, santri aktif PP. Annuqayah Lubangsa. merupakan Mahasiswa Ekonomi Syariah semester V Institut Ilmu Keislaman Annuqayah. Aktif berproses di Komunitas Penyisir Sastra Iksabad (PERSI).

Berita Terkait

Puisi-puisi Wail Arrifqi
Melampaui Bayang-Bayang Sherlock: Enola Holmes sebagai Alegori Kebangkitan Suara Perempuan
ASN Belajar dan Spirit Bulan Muharram: Hijrah Menuju Keberdampakan
Pendaki FOMO: Saat Foto Lebih Penting daripada Keselamatan
Tidak Apa-apa Jika Hari Ini Tidak Baik-Baik Saja
Kisah Tentang Luka, Harapan, dan Penerimaan Diri
Bajjra 3: Refleksi atas Fenomena Pendidikan Saat ini (Bagian II)
Antara Mie Instan dan Masa Depan: Seni Mengelola Uang Saku KIP Kuliah di Tanah Rantau

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:01 WIB

Puisi-puisi Wail Arrifqi

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:51 WIB

Melampaui Bayang-Bayang Sherlock: Enola Holmes sebagai Alegori Kebangkitan Suara Perempuan

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:48 WIB

ASN Belajar dan Spirit Bulan Muharram: Hijrah Menuju Keberdampakan

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:57 WIB

Pendaki FOMO: Saat Foto Lebih Penting daripada Keselamatan

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:57 WIB

Tidak Apa-apa Jika Hari Ini Tidak Baik-Baik Saja

Berita Terbaru