Novita Hardini: Ketika Kebijakan Tidak Selaras, Industri Sulit Bergerak

Redaksi Nolesa

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini (Foto: Ist)

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini (Foto: Ist)

JAKARTA, NOLESA.COM – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan perlunya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah terkait tata ruang serta perlindungan lahan pangan, karena ketidaksinkronan tersebut dinilai menghambat pembangunan dan menurunkan daya saing industri nasional.

Hal itu disampaikan Novita Hardini dalam kunjungan spesifik Komisi VII DPR RI ke Batang Industrial Park, Kamis kemarin, 27 November 2025.

Novita mengkritisi perbedaan kebijakan antar kementerian, terutama terkait lahan sawah dilindungi (LSD), yang menurutnya berdampak langsung pada ruang gerak ekspansi industri di berbagai daerah.

“Kepala daerah ingin menjaga sawah sebagai lahan pangan, tapi di sisi lain kebijakan Kementerian ATR/BPN seringkali tidak selaras dengan prioritas ketahanan pangan nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 November 2025.

Ia juga menyoroti adanya permintaan jatah LSD dari ATR/BPN yang justru menyebabkan penyusutan sawah produktif. Kondisi ini, lanjutnya, memicu benturan antara kebijakan kementerian teknis dan program prioritas presiden di sektor pangan.

Baca Juga :  Keterangan Seskab Teddy Terkait Pertemuan Presiden Prabowo dengan Maruar Sirait

“Kebijakan yang tidak terintegrasi ini membuat daerah kesulitan menyusun tata ruang yang adaptif. Jika dibiarkan, industri akan tertekan dan daya saing kita menurun,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan bahwa daerah saat ini menghadapi kondisi fiskal yang sempit, sehingga investasi industri membutuhkan kepastian tata ruang dan regulasi.

Baca Juga :  Novita Hardini Ingatkan Krisis SDM dan Peran Penyiaran Publik

“Ketika kebijakan tidak selaras, industri sulit bergerak, daerah tidak bisa tumbuh, dan pendapatan daerah ikut terhambat. Inilah yang harus DPR suarakan agar kebijakan pusat benar-benar berpihak pada penguatan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Kunjungan ke Batang Industrial Park tersebut, menurut Novita, juga menjadi sarana bagi DPR RI untuk menyerap aspirasi daerah demi mendorong peningkatan pendapatan dan memperkuat daya saing industri nasional. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Komdigi Libatkan Finalis Puteri Indonesia 2026 dalam Kampanye Perlindungan Anak di Ruang Digital
Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z
Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas
Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi
Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi
Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran
Puteri Indonesia 2026 Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi PP Tunas
Novita Hardini Desak Evaluasi Total Pariwisata Nasional, Singgung Vietnam hingga Contoh Sukses Dubai

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:23 WIB

Komdigi Libatkan Finalis Puteri Indonesia 2026 dalam Kampanye Perlindungan Anak di Ruang Digital

Senin, 15 Juni 2026 - 23:26 WIB

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Senin, 15 Juni 2026 - 20:40 WIB

Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:34 WIB

Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:07 WIB

Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Suara Perempuan

Sepiring Kenangan dari Kota Madiun

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:25 WIB

(for NOLESA.COM)

Mimbar

Nabi Sulaiman dan Semut

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:36 WIB