Memanfaatkan Masa Tenang sebagai Ritual Pemilu Damai

Redaksi Nolesa

Minggu, 11 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Rusydiyono


Mimbar, NOLESA.com – Waktu kampanye Pemilu 2024 telah berakhir. Kini telah memasuki masa tenang menuju pemungutan suara tanpa intervensi dan tekanan dari pihak manapun.

Pemilu merupakan sarana memilih pemimpin dan wakil rakyat yang sesuai dengan keyakinan dan hati nurani setiap individu. Sehingga dari pesta demokrasi inilah arah bangsa ditentukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, sebagai masyarakat yang cerdas yang dianugerahi akal pikiran dan hati nurani harus memanfaatkan setiap tahapan dalam rangkaian Pemilu 2024 kali ini. Termasuk memanfaatkan masa tenang sebagai ritual menuju Pemilu damai.

Karena memanfaatkan masa tenang Pemilu 2024 dengan tepat sangat penting untuk mendukung proses demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. Masa tenang seharusnya menjadi waktu di mana masyarakat dapat merefleksikan pilihan politiknya tanpa tekanan atau pengaruh eksternal yang berlebihan.

Baca Juga :  Trauma Healing

Dalam konteks ini, peran media, tokoh masyarakat, dan pemimpin politik sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang kondusif selama periode tersebut.

Pertama-tama, media harus memainkan peran penting dalam memberikan informasi yang obyektif dan seimbang kepada masyarakat. Pemberitaan yang tidak memihak dan menghindari sensasionalisme dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih bijak.

Selain itu, media bisa wawancara dengan calon-calon untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang visi, misi, dan program kerja mereka.

Baca Juga :  Gus Dur dan Imlek di Indonesia

Tokoh masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh positif dalam mematuhi aturan masa tenang. Mereka dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tidak terlibat dalam kampanye agresif dan menghormati proses demokrasi. Partisipasi aktif dalam dialog politik yang konstruktif dapat membantu menciptakan atmosfer yang tenang dan berkeadilan.

Pemimpin politik seharusnya menggunakan masa tenang sebagai kesempatan untuk menyampaikan pesan yang bersifat menyatukan dan inspiratif. Menghindari retorika provokatif dan kampanye hitam adalah kunci untuk menjaga stabilitas politik. Pemimpin harus menekankan pentingnya persatuan dan menunjukkan komitmen mereka pada prinsip-prinsip demokrasi.

Selain itu, masyarakat juga memiliki peran besar dalam memanfaatkan masa tenang. Warga negara dapat menggunakan waktu ini untuk memahami platform politik masing-masing calon tanpa terpengaruh propaganda atau desas-desus. Diskusi terbuka dan saling menghormati antarpendukung berbagai kandidat dapat memperkaya pemahaman masyarakat tentang dinamika politik yang ada.

Baca Juga :  Semua Agama Saling Menyayangi

Kesimpulannya, memanfaatkan masa tenang pemilu 2024 dengan tepat merupakan tanggung jawab bersama. Media, tokoh masyarakat, pemimpin politik, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk proses demokrasi. Dengan melibatkan semua pihak secara positif, kita dapat menjaga integritas pemilu dan memastikan bahwa masyarakat dapat membuat keputusan politik yang informatif dan cerdas.

Berita Terkait

Inilah Fase Keindahan Hidup Umat Manusia
Sudah Waktunya Madura Naik Level
Berebut Tiket Cawabup Fauzi
Sedekah Sebagai Bukti Iman
Indonesia Negara Bersama
Mahluk Tuhan Paling Dahsyat
Pertumbuhan Demokrasi dan Kritisisme Publik 
Mengapa Suara Ganjar Anjlok?

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:07 WIB

Inilah Fase Keindahan Hidup Umat Manusia

Rabu, 15 Mei 2024 - 14:19 WIB

Sudah Waktunya Madura Naik Level

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:41 WIB

Berebut Tiket Cawabup Fauzi

Jumat, 10 Mei 2024 - 08:17 WIB

Sedekah Sebagai Bukti Iman

Senin, 25 Maret 2024 - 04:23 WIB

Indonesia Negara Bersama

Rabu, 20 Maret 2024 - 07:02 WIB

Mahluk Tuhan Paling Dahsyat

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:01 WIB

Pertumbuhan Demokrasi dan Kritisisme Publik 

Kamis, 15 Februari 2024 - 16:26 WIB

Mengapa Suara Ganjar Anjlok?

Berita Terbaru

Inspirasi

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Relevansinya di Masa Kini

Senin, 20 Mei 2024 - 06:00 WIB

Shinta Faradina Shelmi (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Mengutamakan Implementasi

Minggu, 19 Mei 2024 - 12:00 WIB

Khoirus Safi' (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Kebodohan dan Ingin Diakui Tanpa Mengetahui

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:00 WIB