Kelahiran Marut dan Pupusnya Dendam Ibu Para Asura – Puisi Moehammad Abdoe

Moehammad Abdoe

Jumat, 12 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akan debarnya Batara Kala itu

Seperti Indra kehilangan Edelweissnya

di puncak Semeru

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di mana Diti terus melakukan tapa brata

Baca Juga :  Puisi-puisi Moh Zainur Rozy

Lalu melahirkan Marut sebagai bayi petaka

Auranya begitu gelap terkurung

Menyanyikan senandung sendu:

“Segala yang berbentuk tidak kekal adanya

Bersifat timbul tenggelam

Baca Juga :  Puisi-Puisi Aziza Putri Aulia

Setelah timbul akan hancur dan lenyap

Setiap bahagia akan timbul setelah gelisah itu lenyap”

Indra kemudian singgah di kerajaan Kuru

Mengadu ke Kota Hastinapura bersama gajah putih dan anjingnya

Baca Juga :  Puisi-Puisi Khairur Rosikin Bunang

Menyusuri daratan sepanjang sungai Amarta

Menjalani keabadian baru di samudra susu

Malang, 27 Desember 2022

 

 

 

 

Berita Terkait

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Khalil Satta Èlman
Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen
Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana
Puisi-puisi Dewis Pramanas

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 12:29 WIB

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:18 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 29 November 2025 - 11:42 WIB

Puisi-puisi Ahmad Rizal

Sabtu, 27 September 2025 - 11:19 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Rabu, 9 Juli 2025 - 21:49 WIB

Puisi-puisi Khalil Satta Èlman

Berita Terbaru

Mimbar

Uji Nyali Hakim Kasus ODGJ Sapudi: Catatan Jurnalis

Jumat, 16 Jan 2026 - 09:29 WIB