Inspirasi Kehidupan dari Dalai Lama dan Nelson Mandela

Redaksi Nolesa

Minggu, 16 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Judul: Bijak ala Dalai Lama, Berani ala Nelson Mandela
Penulis : Diyan Yulianto
Penerbit : Laksana, 2021


Menjalani kehidupan di alam fana yang penuh dengan tantang ini bukanlah hal mudah. Sebab, ada banyak tugas dan peran yang harus kita lakukan dan laksanakan sebagai manusia. Hal itu, tidak bisa dilakukan dengan hanya bermodalkan pengetahuan diri yang terbatas.

Dengan kata lain, sambil lalu menjalankan peran dan tugas kita sebagai manusia, maka kita harus sembari belajar dan mengambil pelajaran dari semua proses yang kita lakukan, termasuk juga mengambil pelajaran dan inspirasi dari tokoh-tokoh pejuang yang telah mendahului kita, yang intinya, masih satu perjuangan dengan kita, yakni memperjuangkan kebajikan dan moralitas kemanusiaan dan kehidupan. Dengan hal itu, maka perjuangan dan tugas-tugas kehidupan yang kita lakukan niscaya akan terlaksana dengan lebih baik dan bijak.

Berbicara masalah tokoh-tokoh yang bisa kita ambil pelajarannya, sebagai inspirasi atas perjuangan kita dalam menyelesaikan tugas dan peran-peran kemanusiaan kita, maka adalah Dalai Lama dan Nelson Mandela salah dua tokoh yang bisa kita jadikan teladan dan contoh dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan itu.

Kepada Dalai Lama, kita bisa belajar dan memetik inspirasi perihal arti perjuangan hidup yang bijak dan bajik. Sedangkan kepada Nelson Mandela, kita bisa belajar tentang arti keberanian itu sendiri dalam menjalani hidup yang penuh tantangan dan ujian ini. Dan, buku Bijak ala Dalai Lama, Berani ala Nelson Mandela ini, adalah ladang luas untuk memanen pelajaran ke-bijak-an dari Dalai Lama dan keberanian dari Nelson Mandela itu.

Baca Juga :  The Passions of The Soul

Di dalam buku yang ditulis oleh Diyan Yulianto ini, dipaparkan perihal tindakan-tindakan hidup Dalai Lama yang kaya akan kebijaksanaan dan kebajikan dan juga disajikan perihal keberanian Nelson Mandela dalam memperjuangkan kebajikan dan nilai-nilai kebenaran yang hal itu bisa kita jadikan inspirasi bagi kita dalam menyelesaikan tugas-tugas kehidupan dan kemanusiaan.

Baca Juga :  Puisi-Puisi Faiki Hakiki

Misalnya, perihal Dalai Lama, dijelaskan bahwa ia adalah sosok yang berguru pada kebaikan; saling mencintai sama lain; peduli terhadap sesama; tidak gampang menyalahkan; rendah hati; dan lain sebagainya.

Sedangkan perihal Nelson Mandela, dipaparkan bahwa ia adalah sosok pejuang yang pemberani; pekerja keras; tak gampang menyerah; revolusioner; tak gentar meski di penjara; memperjuangkan hak; dan lain sebagainya.

Niscaya, dengan mengambil pelajaran dan inspirasi dari sosok Dalai Lama yang bijak bestari, dan dari sosok Nelson Mandela yang pemberani itu, akan tercapailah cita-cita kehidupan kita itu untuk menjadi insan manusia yang lebih baik dan memberikan dampak lebih baik pula untuk kehidupan.

Berita Terkait

Mengutamakan Implementasi
Kebodohan dan Ingin Diakui Tanpa Mengetahui
Puisi-puisi Abd Gafur Sajjad Alfarisi
Tuhan, Manusia, dan Alam
Emosi dan Kehilangan: Interpretasi dalam Seribu Wajah Ayah
Damar Kambang: Sebuah Perspektif Semiotik dan Kultural
Bermekaran Bersama Bunga Tulip dengan Puisi Surajiya
Ikan Buntal, Mem-Bendung Racun

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 12:00 WIB

Mengutamakan Implementasi

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:00 WIB

Kebodohan dan Ingin Diakui Tanpa Mengetahui

Minggu, 19 Mei 2024 - 05:53 WIB

Tuhan, Manusia, dan Alam

Rabu, 15 Mei 2024 - 10:39 WIB

Emosi dan Kehilangan: Interpretasi dalam Seribu Wajah Ayah

Rabu, 15 Mei 2024 - 07:30 WIB

Damar Kambang: Sebuah Perspektif Semiotik dan Kultural

Senin, 13 Mei 2024 - 07:30 WIB

Bermekaran Bersama Bunga Tulip dengan Puisi Surajiya

Minggu, 12 Mei 2024 - 08:00 WIB

Ikan Buntal, Mem-Bendung Racun

Sabtu, 11 Mei 2024 - 11:00 WIB

Manusia Makhluk Egois dan Bengis

Berita Terbaru

Inspirasi

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Relevansinya di Masa Kini

Senin, 20 Mei 2024 - 06:00 WIB

Shinta Faradina Shelmi (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Mengutamakan Implementasi

Minggu, 19 Mei 2024 - 12:00 WIB

Khoirus Safi' (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Kebodohan dan Ingin Diakui Tanpa Mengetahui

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:00 WIB