Hanan Attaki

Alfie Mahrezie Cemal

Jumat, 17 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini, NOLESA.com — Hanan Attaki. Itulah nama seorang dai muda yang beberapa waktu lalu namanya sempat trending topic di Twitter. Nama pendiri Pemuda Hijrah itu ramai diperbincangan netizen karena kedatangannya di Pamekasan, Madura, di sebuah pengajian, ramai-ramai di tolak oleh warga nahdliyin Pamekasan.

Warga nahdliyin Pamekasan menolak kedatangan dai muda itu karena sebagaimana informasi yang beredar, ia dianggap merupakan bagian dari organisasi masyarakat (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan FPI; ormas yang telah resmi dinyatakan terlarang (HTI resmi dilarang sejak 2017 dan FPI sejak 2020) karena tidak berpegang teguh pada Pancasila.
Hanan Attaki adalah seorang penceramah asal Aceh yang kini tinggal dan berdakwah di Bandung. Namanya semakin besar ketika rutin mengisi pengajian di Masjid Al-Lathif dan Masjid Agung Trans Studio Bandung. Kajian yang dilakukan Rabu sore selalu penuh dengan jemaah yang isinya remaja baik laki-laki atau pun perempuan (Tribunnews.com).

Hanan attaki punya gaya tersendiri dalam penyampaian dakwahnya. Sehingga materi ceramahnya ringan dan mudah diterima para remaja. Ia selalu memberi dukungan pada setiap anak muda untuk bangkit dan tidak berputus asa dari pertolongan Tuhan.

Lalu, mengapa ia mengalami banyak penolakan? Penolakan warga nahdliyin Pamekasan bukanlah penolakan pertama yang dialami oleh Hanan Attaki. Sebelum di tolak di Pamekasan, dai asal Aceh itu juga pernah ditolak di Gresik, Sidoarjo, dan Situbondo.
Semua penolakan itu terjadi sebenarnya bukan karena dakwah Hanan Attaki dinilai keras dan memecah belah. Melainkan karena penggagas atau inisiator acaranya adalah para pentolan HTI-FPI sehingga membuat banyak masyarakat merasa khawatir. Dan, tak terelakkan, Hanan Attaki pun juga dituduh sebagai bagian dari HTI-FPI.

Selama ini, sebagai dai yang menjadikan anak muda sebagai objek dakwah, ceramah-ceramah Hanan Attaki dikenal santun sehingga gampang diterima oleh anak muda. Karena itu, wajar bila ia banyak diidolakan dan dielu-elukan oleh banyak anak muda perkotaan yang memiliki ketertarikan untuk belajar dan mengenal Islam lebih mendalam.

Baca Juga :  Tabayyun untuk Menangkal Hoax

Penelitian yang dilakukan oleh Fajar Rizkulla Amin (2020), yang menganalisis ceramah-ceramah Hanan Attaki di YouTube menemukan menemukan bahwa Hanan Attaki adalah dai muda dengan konten-konten ceramah yang santun, sopan dan tidak provokatif.

Dari beberapa vedio yang dianalisis Fajar Rizkulla Amin (2020), ditemukan aspek aqidah terdapat 18 data yang menunjukkan bahwa setiap muslim harus memiliki keyakinan dan keimanan terhadap adanya (Tuhan) Allah, kebenaran suci Al-Quran, dan adanya nabi dan rasul. Aspek Syariah terdapat 10 data yang menunjukkan bahwa setiap muslim harus memiliki lima hukum yang berlaku pada Islam yaitu wajib, haram, sunnah, makruh dan mubah.

Sedangkan aspek akhlak terdapat 18 data, menunjukkan bahwa setiap muslim memiliki prilaku yang baik misalnya jujur, amanah, sopan santun. Menurut Fajar Rizkulla Amin (2020), dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pesan dakwah Hanan Attaki melalui Youtube adalah bahwa setiap muslim hendaklah memiliki Aqidah, syariah, dan akhlak sesuai ajaran Islam yaitu memiliki kepercayaan, keimanan mengenai keesaan Allah, memahami dan menaati hukum yang benar, serta memiliki budi pekerti, sopan santun, dan perilaku yang baik.

Baca Juga :  Lika Liku Pendidikan Abad 21

Temuan itu memberi kita pengetahuan penting tentang Hanan Attaki. Bahwa Hanan Attaki adalah dai yang secara pemahaman keamanan, memberi banyak pengaruh positif bagi anak-anak muda yang mau belajar agama. Karena itu, jika Hanan Attaki memang benar bukan bagian dari pentolan dua ormas yang telah diharamkan itu, mutlak perlu bagi Hanan Attaki untuk menjauh dari acara-acara pengajian yang diinisiatori oleh pentolan HTI-FPI itu.

Pertama, hal itu penting agar kegaduhan yang sama tidak terulang lagi. Tak elok bila bangsa ini terus dirayakan dengan kegaduhan tanpa akhir. Kedua, sebagai dai yang diidolakan banyak anak muda berdekat-dekatan dengan pentolan FPI-HTI tentu berbahaya bagi para jamaahnya. Sebab, dengan berdekat-dekatan dengan mereka, itu sama saja dengan menjadikan banyak anak muda sebagai tumbal yang akan menjadi sasaran infiltrasi HTI-FPI.

Berita Terkait

Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya
Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?
Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI
Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata
Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial
Gerak Batin Ekoteologi
Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam: Sebuah Kolaborasi Komplomentatif
Pelantikan PCNU Sumenep 2026: Sebuah Catatan Sederhana

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:58 WIB

Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:31 WIB

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:59 WIB

Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:26 WIB

Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya

Kamis, 4 Jun 2026 - 19:58 WIB

(for NOLESA.COM)

Esai

Refleksi Self-love dan Feminisme dari Anne with an E

Kamis, 4 Jun 2026 - 18:26 WIB

(for NOLESA.COM)

Esai

Jantung Batik Solo

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:44 WIB