𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 𝗔𝘀𝘂𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗝𝗼𝗸𝗼𝘄𝗶

Redaksi Nolesa

Minggu, 28 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Nazlira Alhabsy*

Bisa jadi Prabowo adalah Premi yang harus dibayar Jokowi untuk jaminan keselamatan diri dan keluarganya pasca lengser dari jabatan Presiden.

Jokowi bukan tidak tau bahwa simpul-simpul kekuatannya akan dipereteli jika Prabowo berhasil jadi Presiden. Bahwa jenderal-jenderalnya akan diganti dan sirkelnya akan diamputasi ia sadari betul itu akan dilakukan Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi bagi Jokowi apa boleh buat, itu satu-satunya jalan yang tersedia untuk bisa melintasi fase suksesi dengan spekulasi paling aman resiko menurut kalkulasi politiknya.

Baca Juga :  Pilkada 2024 dan Agenda Politik Kesejahteraan

Jokowi tak bisa bergantung lagi pada PDIP sebagai sekoci suksesinya lantaran merasa dosa-dosanya terhadap PDIP tak termaafkan. Bukan hanya merestui Gibran dan Kaesang menjauh dari PDIP dan berlabuh ke partai politik lain, tapi juga membiarkan anggota keluarga Megawati ikut dijadikan sandera dalam pusaran kasus BTS.

Jokowi juga terlanjur banyak menyandera para elite partai politik lain dan meletakan semua kartu truf dalam satu Kotak Pandora yang kini mungkin saja telah diberikan pada Prabowo dan dijadikan sebagai pusaka untuk menggalang dukungan Pilpres.

Baca Juga :  Israel-Hamas Sepakat Hentikan Perang: Akhir dari Konflik Palestina-Israel?

Dengan kondisi demikian, maka lewat cara apapun Kemenangan Prabowo harus ditunaikan. Menempatkan Gibran sebagai pasangan Prabowo semacam “obligasi” komitmen keseriusan Jokowi kepada Prabowo yang laku di jual Prabowo untuk membeli dukungan berbagai pihak, termasuk bandar politik di lingkaran oligarki.

Gunjingan banyak orang bahwa Gibran akan menggantikan Prabowo sengaja dibiarkan menjadi polemik yg berkembang diranah publik, karena bagi Jokowi itu bukan lagi menjadi obsesi politik.

Andaipun kelak tertulis dalam garis tangannya Gibran menggantikan Prabowo sebagai Presiden, maka bagi Jokowi dan keluarganya itu hanya sebatas keberuntungan, nasib dan takdir baik yg tak perlu dipastikan, tapi cukup dicermati dan diambil peluangnya jika terbuka kesempatannya.

Baca Juga :  Literasi Digital dalam Minat Baca Mahasiswa

Pada awalnya Jokowi mungkin saja terobsesi untuk membangun Dinasti Kekuasaan, namun timbunan persoalan yang semakin menggunung (termasuk urusan “Ijazah” yang semakin berbuntut panjang), membuat suasana kebatinan politik Jokowi mengubah arah akhir perjalanan politiknya.

Sekarang tujuannya tidak lebih tidak kurang hanya satu, mempersiapkan kondisi pasca lengsernya dengan selamat, agar mimpi buruk yang menghantui setiap tidur malamnya tidak benar-benar terjadi.


*) Pengamat Sosial

Editor : Ahmad Farisi

Sumber Berita: X/Twitter

Berita Terkait

Menanam Air, Memanen Ketahanan: Reorientasi Kesiapsiagaan Menghadapi Krisis Kekeringan
Pernikahan Dini: Tantangan Mewujudkan Keluarga Cemara
Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya
Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?
Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI
Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata
Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial
Gerak Batin Ekoteologi

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:17 WIB

Menanam Air, Memanen Ketahanan: Reorientasi Kesiapsiagaan Menghadapi Krisis Kekeringan

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:29 WIB

Pernikahan Dini: Tantangan Mewujudkan Keluarga Cemara

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:58 WIB

Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:31 WIB

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Berita Terbaru

Wabup Sumenep Hadiri Doa Bersama Tahun Baru Islam (Foto: Istimewa)

Daerah

Wabup Sumenep Hadiri Doa Bersama Tahun Baru Islam

Selasa, 16 Jun 2026 - 15:17 WIB