Manuver Taktis Surya Paloh, Prabowo & Jokowi Saling Intip…”

Redaksi Nolesa

Senin, 25 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Faizal Assegaf*


Istana dibuat panik, manuver cerdik Surya Paloh menjamu Prabowo Subianto. Pada waktu yang sama, Nasdem terdepan mendukung Anies – Cak Imin melangkah ke MK.

Paloh bermain dalam dua jurus paling strategis: Merangkul Prabowo, sembari mengarahkan perlawanan yang konsisten pada aktor kecurangan. Jurus jitu itu membuka babak baru dan membuat pertarungan makin seru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rakyat yang semakin cerdas tentu mengambil posisi tenang dan menyimak. Rakyat tahu, politik tidak boleh terjebak hitam putih. Terlebih kesadaran kolektif rakyat mulai merajut konklusi: Perusak demokrasi adalah Jokowi!

Baca Juga :  Demokrasi dan Politik Hijau

Akan tambah mendidih bila PKB dan PKS mengulur tangan pada Prabowo. Maka apa yang terjadi di MK adalah sasaran tembak yang sangat menakutan pada dinasti Jokowi. Jika itu terjadi, rakyat tentu tepuk tangan.

Permainan di atas papan catur politik tersebut adalah cerita yang tersedia. Hanya saja, PKB dan PKS sedang memilih cara yang elegan untuk memperkuat konsolidasi. Menunggu sinyal yang kuat dari rakyat untuk bersikap.

Baca Juga :  Refleksi 756 Tahun Kabupaten Sumenep: Pemuda, Budaya, dan Arah Pembangunan

Sebenarnya, arah opini semakin kencang berhembus ke ruang publik — pokoknya asal bukan dinasti Jokowi. Reaksi kecerdasan rakyat itu seolah memberi pesan kuat paa semua partai bersatu keluar dari sandera politik cawe-cawe.

Kalau formasi politik tersebut terbentuk, maka nasib Gibran yang bakal di perkarakan di MK, berada di ujung tanduk. Tegasnya, rakyat dan semua partai terkonsolidasi menemukan musuh bersama: Dinasti politik Jokowi.

Walhasil langkah Gibran yang dipaksakan menjadi Wakil Presiden berpotensi tergusur. Apalagi bila mengamati sikap PDI-P, menolak anak haram konstitusi adalah wajib. Tekanan kuat itu terus bergulir dan sulit dibendung.

Baca Juga :  Israel-Hamas Sepakat Hentikan Perang: Akhir dari Konflik Palestina-Israel?

Hanya saja, PDI-P tampaknya menyembunyikan skenario lain untuk memperkuat maksut dari cerita itu. Dan para aktor di lingkar Ibu Megawati sedang meracik kalkulasi untung-rugi untuk bermanuver.

Terlepas dari semua spekulasi yang terus berkembang, peta jalan politik ke depan sudah terbaca. Pendekatan gabung jurus politik antar partai, dan apa yang akan terjadi di MK adalah dua asbab yang saling melengkapi.

Dinasti Jokowi makin terkunci…!


*) Kritikus politik

Sumber Berita: X/Twitter

Berita Terkait

Hari Santri, Menanamkan Akhlak, Menumbuhkan Kreativitas Sejak Usia Dini
Lokakarya Mini: Membangun Sinergi dan Kolaborasi Tanpa Henti
Memutus Hubungan Pertemanan Menurut Pandangan Islam
Bedah Buku “Tanah Kerontang dI Madura”
Psychological Safety
Sumenep Tak Kekurangan Pesantren, Mengapa Pemudanya Mencari Ruang Lain?
Muktamar ke-35 NU: Ujian Dialektis Pendewasaan Organisasi
Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Hari Santri, Menanamkan Akhlak, Menumbuhkan Kreativitas Sejak Usia Dini

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Lokakarya Mini: Membangun Sinergi dan Kolaborasi Tanpa Henti

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Memutus Hubungan Pertemanan Menurut Pandangan Islam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Bedah Buku “Tanah Kerontang dI Madura”

Rabu, 16 September 2026 - 15:52 WIB

Psychological Safety

Berita Terbaru

Bupati Fauzi saat diwawancarai usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Daerah

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:00 WIB