Rokoknya Bodong, Malu Dong

Redaksi Nolesa

Jumat, 1 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Rusydiyono

(Pemred NOLESA.COM) 

Rokok ilegal telah menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan keuangan negara, menyebabkan berbagai kerugian yang signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring dengan pertumbuhan pasar rokok ilegal, dampak negatifnya tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga melibatkan aspek kesehatan masyarakat dan pemberdayaan kebijakan perpajakan.

Berikut adalah beberapa kerugian utama yang ditimbulkan oleh rokok ilegal terhadap negara.

Pertama-tama, kerugian fiskal adalah dampak langsung dari perdagangan rokok ilegal. Negara kehilangan pendapatan yang seharusnya diperoleh dari pajak rokok. Produsen rokok ilegal seringkali menghindari pembayaran pajak yang diterapkan pada rokok legal, mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi pemerintah.

Hal ini dapat mengganggu perencanaan keuangan negara dan membatasi kemampuan pemerintah untuk memberikan layanan publik yang memadai.

Baca Juga :  Pilkada 2024 dan Arah Desentralisasi

Kedua, rokok ilegal juga memberikan dampak negatif terhadap industri tembakau yang legal. Produsen rokok resmi harus bersaing dengan harga murah rokok ilegal yang tidak terbebani pajak, mengakibatkan penurunan penjualan dan pendapatan bagi perusahaan legal.

Selain itu, industri tembakau legal juga harus menghadapi beban ekstra dalam upaya melawan peredaran rokok ilegal.

Aspek kesehatan masyarakat juga terpengaruh oleh rokok ilegal. Rokok ilegal cenderung tidak mematuhi standar kesehatan dan keamanan yang ketat seperti yang diterapkan pada produk rokok legal.

Bahan-bahan berbahaya dan kualitas yang meragukan dalam rokok ilegal dapat meningkatkan risiko penyakit yang terkait dengan merokok, menyebabkan beban kesehatan masyarakat yang lebih besar dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan.

Baca Juga :  Wabah Politik Kebinatangan, Jokowi Perusak Demokrasi

Selain itu, perdagangan rokok ilegal seringkali terlibat dalam kegiatan kriminal yang lebih luas, seperti pencucian uang dan pendanaan kegiatan ilegal lainnya. Hal ini dapat merusak integritas lembaga keuangan dan keamanan negara, menciptakan lingkungan yang tidak stabil dan tidak aman.

Pemberdayaan kebijakan perpajakan juga terhambat oleh perdagangan rokok ilegal. Pemerintah kesulitan melacak dan mengawasi peredaran rokok ilegal karena sifatnya yang seringkali tersembunyi dan sulit diidentifikasi. Keterbatasan ini membuat sulit bagi pemerintah untuk memberlakukan kebijakan perpajakan secara efektif dan menjaga ketaatan terhadap aturan pajak.

Secara keseluruhan, rokok ilegal menimbulkan dampak yang merugikan bagi negara. Selain hilangnya pendapatan pajak, aspek kesehatan masyarakat terancam, industri tembakau resmi terpukul, dan keamanan negara terganggu.

Baca Juga :  Ketahanan Keluarga dan Masa Depan Anak

Oleh karena itu, perlu langkah-langkah serius dan kerjasama lintas sektor untuk mengatasi masalah perdagangan rokok ilegal guna melindungi keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat.

Termasuk kerugian bagi daerah, karena seperti yang kita pahami bersama pendapatan negara yang bersumber dari cukai rokok pada akhirnya akan diberikan kepada pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Yang salah satu peruntukannya untuk bantuan sosial dan pembangunan.

Jika sekarang masyarakat minta pelayanan maksimal dari pemerintah dan bantuan sosial bagi petani dan buruh pabrik menigkat seharusnya sadar diri dengan turut membantu memberantas peredaran rokok ilegal.

Kata anak zaman sekarang: rokoknya bodong, malu dong!

Berita Terkait

Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam: Sebuah Kolaborasi Komplomentatif
Pelantikan PCNU Sumenep 2026: Sebuah Catatan Sederhana
Pintu Kampus Tertutup bagi Si Miskin
Ketegangan di Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak Global
Dialektika Pedagogis Hardiknas dan Harkitnas: Dua Mata Pisau yang Sinergis
Demi Konten, Etika Dikubur?
Semangat Kartini dalam Peran Ganda Guru Perempuan: Mendidik dengan Hati
Spirit Kartini: Sebuah Refleksi Tentang Kebebasan dan Tanggung Jawab

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:31 WIB

Pelantikan PCNU Sumenep 2026: Sebuah Catatan Sederhana

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:41 WIB

Pintu Kampus Tertutup bagi Si Miskin

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:58 WIB

Ketegangan di Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak Global

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:50 WIB

Dialektika Pedagogis Hardiknas dan Harkitnas: Dua Mata Pisau yang Sinergis

Jumat, 24 April 2026 - 08:07 WIB

Demi Konten, Etika Dikubur?

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Resensi Buku

The Life That’s Waiting: untuk Jiwa yang Sedang Lelah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:14 WIB

Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah (Foto: Istimewa)

Nasional

Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:24 WIB