Rokoknya Bodong, Malu Dong

Redaksi Nolesa

Jumat, 1 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Rusydiyono

(Pemred NOLESA.COM) 

Rokok ilegal telah menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan keuangan negara, menyebabkan berbagai kerugian yang signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring dengan pertumbuhan pasar rokok ilegal, dampak negatifnya tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga melibatkan aspek kesehatan masyarakat dan pemberdayaan kebijakan perpajakan.

Berikut adalah beberapa kerugian utama yang ditimbulkan oleh rokok ilegal terhadap negara.

Pertama-tama, kerugian fiskal adalah dampak langsung dari perdagangan rokok ilegal. Negara kehilangan pendapatan yang seharusnya diperoleh dari pajak rokok. Produsen rokok ilegal seringkali menghindari pembayaran pajak yang diterapkan pada rokok legal, mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi pemerintah.

Hal ini dapat mengganggu perencanaan keuangan negara dan membatasi kemampuan pemerintah untuk memberikan layanan publik yang memadai.

Baca Juga :  Lika Liku Pendidikan Abad 21

Kedua, rokok ilegal juga memberikan dampak negatif terhadap industri tembakau yang legal. Produsen rokok resmi harus bersaing dengan harga murah rokok ilegal yang tidak terbebani pajak, mengakibatkan penurunan penjualan dan pendapatan bagi perusahaan legal.

Selain itu, industri tembakau legal juga harus menghadapi beban ekstra dalam upaya melawan peredaran rokok ilegal.

Aspek kesehatan masyarakat juga terpengaruh oleh rokok ilegal. Rokok ilegal cenderung tidak mematuhi standar kesehatan dan keamanan yang ketat seperti yang diterapkan pada produk rokok legal.

Bahan-bahan berbahaya dan kualitas yang meragukan dalam rokok ilegal dapat meningkatkan risiko penyakit yang terkait dengan merokok, menyebabkan beban kesehatan masyarakat yang lebih besar dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan.

Baca Juga :  Pemimpin Bangsa Indonesia yang Negarawan dan Pancasilais

Selain itu, perdagangan rokok ilegal seringkali terlibat dalam kegiatan kriminal yang lebih luas, seperti pencucian uang dan pendanaan kegiatan ilegal lainnya. Hal ini dapat merusak integritas lembaga keuangan dan keamanan negara, menciptakan lingkungan yang tidak stabil dan tidak aman.

Pemberdayaan kebijakan perpajakan juga terhambat oleh perdagangan rokok ilegal. Pemerintah kesulitan melacak dan mengawasi peredaran rokok ilegal karena sifatnya yang seringkali tersembunyi dan sulit diidentifikasi. Keterbatasan ini membuat sulit bagi pemerintah untuk memberlakukan kebijakan perpajakan secara efektif dan menjaga ketaatan terhadap aturan pajak.

Secara keseluruhan, rokok ilegal menimbulkan dampak yang merugikan bagi negara. Selain hilangnya pendapatan pajak, aspek kesehatan masyarakat terancam, industri tembakau resmi terpukul, dan keamanan negara terganggu.

Baca Juga :  Event dan Pertumbuhan UMKM

Oleh karena itu, perlu langkah-langkah serius dan kerjasama lintas sektor untuk mengatasi masalah perdagangan rokok ilegal guna melindungi keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat.

Termasuk kerugian bagi daerah, karena seperti yang kita pahami bersama pendapatan negara yang bersumber dari cukai rokok pada akhirnya akan diberikan kepada pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Yang salah satu peruntukannya untuk bantuan sosial dan pembangunan.

Jika sekarang masyarakat minta pelayanan maksimal dari pemerintah dan bantuan sosial bagi petani dan buruh pabrik menigkat seharusnya sadar diri dengan turut membantu memberantas peredaran rokok ilegal.

Kata anak zaman sekarang: rokoknya bodong, malu dong!

Berita Terkait

Selebrasi Merdeka Berkarya
HPN 2024 dan Tantangan Pers di Era Digital
Etika dan Politik
Presiden Makin Liar, Wapres Bungkam
Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pendidikan Inklusif di Indonesia
Fatamorgana Elektabilitas Prabowo
𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 𝗔𝘀𝘂𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗝𝗼𝗸𝗼𝘄𝗶
Pentingnya Literasi Digital di Era Revolusi Industri 5.0

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 21:23 WIB

Selebrasi Merdeka Berkarya

Jumat, 9 Februari 2024 - 13:27 WIB

HPN 2024 dan Tantangan Pers di Era Digital

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:18 WIB

Etika dan Politik

Senin, 5 Februari 2024 - 19:12 WIB

Presiden Makin Liar, Wapres Bungkam

Senin, 29 Januari 2024 - 15:44 WIB

Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pendidikan Inklusif di Indonesia

Senin, 29 Januari 2024 - 14:27 WIB

Fatamorgana Elektabilitas Prabowo

Minggu, 28 Januari 2024 - 11:51 WIB

𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 𝗔𝘀𝘂𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗝𝗼𝗸𝗼𝘄𝗶

Minggu, 28 Januari 2024 - 10:00 WIB

Pentingnya Literasi Digital di Era Revolusi Industri 5.0

Berita Terbaru

Opini

Selebrasi Merdeka Berkarya

Rabu, 28 Feb 2024 - 21:23 WIB

Daerah

Bupati Sumenep Berupaya Keras Tekan Harga Beras

Kamis, 22 Feb 2024 - 15:22 WIB