Udara benar-benar beku
Melampaui dingin setiap lenguh napas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Luka itu apakah semerah mawar?
Apakah semerah mawar?
Tak ada yang mengurai simpulnya
Hingga bahu yang mengeras menjadi seringan kapas
Mungkin sebuah hasrat masih berjalan
Dengan membangun bahasa-bahasa tubuh yang hanya bisa dimengerti perasaan
Tarian absurd dimainkan di pentas kehidupan
Luka itu apakah semerah mawar?
Apakah semerah mawar?
Tuhan ajari kami menarik mendung itu membelakangi bukit
Hingga dada ini tak terlalu sakit
Terdampar di ruang yang selalu menanam sebongkah kayu salib di bahu-bahu kami yang malang
Dan kami selalu berkata semua akan baik-baik saja
Sedangkan hati kami
Jiwa kami
Tubuh kami
Telah hancur berantakan
Dan kami pun berjalan sempoyongan hingga di penghujung perjalanan
Ya, kami yakin semua pasti akan baik-baik saja walaupun dengan beberapa jahitan luka
Kaliwungu, 2023









