Begini Penjelasan Direktur Komunikasi BI Terkait Ketahanan Sistem Keuangan Saat ini

Redaksi Nolesa

Senin, 24 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NOLESA.COM – Ketahanan sistem keuangan di Indonesia masih dalam situasi baik.

Sebagaimana disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, dalam sebuah keterangan tertulis, Minggu (23/1/2022), kemarin, mengatakan bahwa ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan secara bertahap.

Erwin-mengungkapkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/ CAR) perbankan November 2021 tetap tinggi sebesar 25,59 persen, dan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) tetap terjaga, yakni 3,19 persen (bruto) dan 0,98 persen (neto).

“Intermediasi perbankan terus membaik dengan pertumbuhan kredit sebesar 5,24 persen (yoy) pada Desember 2021,” kata Erwin dikutip nolesa.com dari InfoPublik.Id, Senin (24/1/2022).

Diterangkan pula, jika pertumbuhan kredit lebih merata pada semua jenis penggunaan, baik kredit modal kerja, kredit konsumsi maupun kredit investasi, yang masing-masing tumbuh 6,32 persen (yoy), 4,67 persen (yoy) dan 4,01 persen (yoy).

Baca Juga :  Momentum Hari Santri Nasional 2021, Presiden Jokowi Berharap MES Menjadi Penggerak Ekonomi

Permintaan kredit dari sisi korporasi terindikasi semakin meningkat, sementara dari sisi penawaran perbankan menurunkan standar penyaluran kredit terutama pada sektor-sektor prioritas seiring dengan menurunnya persepsi risiko kredit.

Pertumbuhan kredit UMKM juga meningkat signifikan, didorong oleh meningkatnya permintaan sejalan dengan pemulihan aktivitas dunia usaha serta dukungan program Pemerintah.

Baca Juga :  Catatan Novita Hardini Terhadap Pengembangan KEK Kura-Kura Island

Bank Indonesia terus menempuh kebijakan makroprudensial akomodatif, baik melanjutkan kebijakan akomodatif yang telah ada maupun perluasan kebijakan makroprudensial, untuk mendorong sektor-sektor prioritas dan UMKM.

“Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2022 pada kisaran 6-8 persen dan pertumbuhan DPK pada kisaran 7-9 persen,” tandasnya.

Penulis : Aris

Editor : Dimas 

Berita Terkait

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Berita Terbaru

Bupati Fauzi saat diwawancarai usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Daerah

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:00 WIB