Udik DRT Raih Santri Award 2026 Kategori Penggerak Ekonomi Warga NU

Redaksi Nolesa

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Udik DRT menerima piagam penghargaan dari Ketua PCNU Sumenep (Foto: Istimewa)

Udik DRT menerima piagam penghargaan dari Ketua PCNU Sumenep (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – H. Syafwan Wahyudi, yang akrab disapa Haji Udik, berhasil meraih Santri Award 2026 kategori Penggerak Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama (NU).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan, pemberdayaan warga, serta pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.

Penghargaan Haji Udik Owner DRR The Big Family ini diberikan langsung oleh Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim dalam acara Istighasah & Resepsi HSN 2026 di depan Labang Mesem Kompleks Keraton Sumenep, Sabtu malam, 24 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proses pemungutan suara, Haji Udik memperoleh 357 suara atau 33,7 persen, tertinggi di antara para kandidat pada kategori tersebut. Sementara itu, Dr. H. Moh. Hasbi meraih 271 suara atau 25,6 persen, disusul H. Dauri dengan perolehan 188 suara atau 17,8 persen.

Baca Juga :  Kesaksian Kiai Masykur Komandan Pasukan Sabilillah Perihal Sumbangsih Umat Islam terhadap Kelahiran Pancasila

Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PCNU Sumenep, Abdul Hadi, mengatakan bahwa Santri Award merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Penghargaan ini juga menjadi sarana untuk mengapresiasi kiprah warga NU dalam memperkuat ekonomi umat dan mengembangkan semangat pengabdian.

Menurut Abdul Hadi, penilaian untuk kategori Penggerak Ekonomi Warga NU tidak hanya berorientasi pada keberhasilan bisnis atau pencapaian keuntungan. Manfaat usaha bagi masyarakat dan lingkungan sekitar turut menjadi aspek penting yang diperhatikan.

Ia menjelaskan, aktivitas ekonomi dapat menjadi jalan untuk membangun kemandirian masyarakat sekaligus sarana berbagi manfaat. Dengan demikian, keberhasilan dalam berwirausaha tidak berhenti pada keuntungan pribadi, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial.

Baca Juga :  Kesampaian Juga, Akhirnya Kiai Musleh Adnan Bertemu dengan Kru Mata Pena

Haji Udik sendiri dikenal memiliki kedekatan dengan kalangan kiai NU sejak usia muda. Kekagumannya terhadap para ulama turut menumbuhkan ketertarikan untuk terlibat dalam kegiatan dan perjuangan organisasi Nahdlatul Ulama.

Prinsip hidup yang dipegangnya adalah berusaha memberikan manfaat bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk menjalankan peran sebagai Pembina Lakpesdam NU.

Kepeduliannya juga tercermin dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Salah satunya melalui keterlibatan dalam program penyediaan tempat sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk dukungan terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dalam menjalankan usaha, Haji Udik berpegang pada nilai kejujuran, keikhlasan, istiqamah, serta sikap saling menghormati. Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan dalam membangun usaha sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya memperluas manfaat sosial.

Baca Juga :  6 Cara Membuat Tulisan yang Bagus

Abdul Hadi berharap, penghargaan Santri Award 2026 dapat menjadi penyemangat bagi warga NU, terutama kalangan pengusaha dan generasi muda, untuk terus mengembangkan kegiatan ekonomi yang produktif dan berdampak bagi masyarakat.

Ia juga berharap semakin banyak warga NU yang tergerak mengambil bagian dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam berwirausaha.

Penghargaan yang diterima Haji Udik ini sekaligus menegaskan pentingnya peran sosial dalam keberhasilan ekonomi. Keuntungan usaha tetap menjadi bagian dari pencapaian, tetapi kepedulian terhadap sesama, semangat berbagi, dan komitmen untuk berkhidmat kepada umat juga menjadi nilai penting yang memberi makna lebih luas bagi sebuah usaha. (yon/ra)

Berita Terkait

Dr. Arif Firmanto Terima Anugerah Tokoh Perencanaan Pembangunan Daerah Inovatif dan Strategis
Desa Maju vs. Desa Tertinggal, Apa Bedanya?
Pramoedya Ananta Toer dan Tanah yang Tak Mengenalinya
Nyaman dalam Ketakutan
Sepiring Kenangan dari Kota Madiun
Dari Panimbang ke Houston: Jalan Panjang Sang Guru Besar
Pernah Jabat Ketua Cabang PMII dan GP Ansor, Kini Muhri Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep
Dari Pelosok Desa, Julhan Irfandi Membuktikan Pendidikan dapat Diperjuangkan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Udik DRT Raih Santri Award 2026 Kategori Penggerak Ekonomi Warga NU

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dr. Arif Firmanto Terima Anugerah Tokoh Perencanaan Pembangunan Daerah Inovatif dan Strategis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Desa Maju vs. Desa Tertinggal, Apa Bedanya?

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:03 WIB

Pramoedya Ananta Toer dan Tanah yang Tak Mengenalinya

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:17 WIB

Nyaman dalam Ketakutan

Berita Terbaru

Bupati Fauzi saat diwawancarai usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Daerah

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:00 WIB