Dari Panimbang ke Houston: Jalan Panjang Sang Guru Besar

Redaksi Nolesa

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. Kastam Syamsi, M.Ed, foto bersama keluarga (for NOLESA.COM)

Prof. Dr. Kastam Syamsi, M.Ed, foto bersama keluarga (for NOLESA.COM)

SOSOK, NOLESA.COM – Ketika banyak orang melihat toga profesor sebagai simbol prestise akademik, Prof. Dr. Kastam Syamsi, M.Ed. justru melihatnya sebagai hasil dari perjalanan panjang yang dimulai dari desa kecil Panimbang, di Cilacap.

Ia bukan lahir dari lingkungan elite akademik. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Panimbang IV, Kecamatan Cimanggu. Setelah itu, ia masuk SMPN 1 Cimanggu dan melanjutkan ke SPGN Cilacap, sebuah jalur pendidikan yang dahulu identik dengan pencetak guru-guru daerah. Dari SPG, ia melanjutkan ke IKIP Yogyakarta, kemudian University of Houston di Amerika Serikat, hingga Program Doktor Universitas Negeri Malang.

Dari ruang-ruang kelas sekolah keguruan itulah jalan hidupnya membentang dan perlahan terbentuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru Besar

Puluhan tahun kemudian, pada Selasa (12/5/2026), ia berdiri di Sidang Terbuka Universitas Negeri Yogyakarta sebagai guru besar bidang Pengembangan Pembelajaran Bahasa. Yang menarik, pidato pengukuhannya tidak dipenuhi euforia gelar akademik. Ia justru berbicara tentang menulis.

Baca Juga :  Ji Indra Representasi Milenial yang Menguasai Panggung Politik Sumenep

“Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” katanya, mengutip Pramoedya Ananta Toer.

Di tengah budaya akademik yang sering terjebak pada angka publikasi dan administrasi, ia mengingatkan bahwa menulis sejatinya adalah cara manusia menjaga gagasan agar tetap hidup.

Ia menyoroti persoalan pembelajaran menulis di Indonesia yang dinilainya masih belum memuaskan. Dalam pidatonya, ia menyoroti pembelajaran yang terlalu menekankan hasil akhir tanpa membangun proses berpikir siswa. Menurutnya, siswa selama ini lebih sering “meniru contoh” dibanding memahami struktur berpikir sebuah tulisan.

Karena itu, ia menawarkan pendekatan proses genre sebagai model pembelajaran menulis yang lebih relevan. Pendekatan tersebut menggabungkan proses berpikir, pemahaman konteks sosial, dan kemampuan menyusun teks secara sistematis.

Akademisi Inspiratif

Lahir di Cilacap, 2 Maret 1963, karier profesional Prof. Kastam Syamsi tumbuh bersama institusi yang ia layani. Ia pernah menjadi Sekretaris Jurusan PBSI, Ketua Jurusan PBSI, Wakil Dekan, Koordinator Program Studi S1, S2, dan S3, hingga anggota senat akademik.

Baca Juga :  Dicintai Karena Gemar Memberi

Di luar kampus, ia juga aktif sebagai asesor BAN-PT dan asesor Lamdik. Rangkaian jabatan itu menunjukkan satu pola penting bahwa ia tidak hanya mengajar, tetapi juga ikut membentuk tata kelola pendidikan tinggi.

Dengan kata lain, ia bekerja bukan hanya di ruang kelas, melainkan juga di ruang-ruang keputusan yang menentukan mutu program studi.

Perjalanannya ke University of Houston pada 1995–1996 menjadi salah satu titik penting yang memperkaya horison profesionalnya. Pengalaman di Amerika Serikat itu bukan sekadar studi lanjut, melainkan perjumpaan dengan tradisi akademik yang berbeda.

Sepulang dari sana, ia membawa cara pandang yang lebih luas tentang pengajaran bahasa dan literasi, yang kemudian tampak dalam arah riset dan pengabdiannya. Hingga kini, minatnya tetap konsisten: pembelajaran menulis, literasi dasar, kurikulum, serta pengembangan model pembelajaran yang lebih relevan bagi siswa dan guru.

Peran Keluarga

Di balik pencapaian akademiknya, Prof. Kastam Syamsi tetap menempatkan keluarga sebagai fondasi utama kehidupannya. Dalam pidato pengukuhannya, ia berkali-kali menyampaikan penghormatan kepada orang tua, keluarga, guru, dan sahabat yang telah membentuk perjalanan hidupnya.

Baca Juga :  Pernah Jabat Ketua Cabang PMII dan GP Ansor, Kini Muhri Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep

Ia mengenang kedua orang tuanya, Madsamsi dan Narsiwen, sebagai sumber doa dan kekuatan moral. Baginya, keberhasilan akademik bukan semata hasil kerja individual, melainkan buah dari dukungan keluarga dan lingkungan yang terus menguatkan langkahnya.

Penghargaan yang sama juga ia sampaikan kepada istrinya, Luluk Sri Wahyuti, yang disebutnya sebagai: “Sandaran terkuat dalam setiap langkah.”

Perjalanan hidup Prof. Kastam Syamsi memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak memutus hubungan seseorang dengan akar sosialnya. Sebaliknya, pengalaman hidup di desa dan sekolah keguruan justru menjadi modal penting dalam memahami realitas pendidikan Indonesia secara lebih dekat.

Jalan panjang kisahnya menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi tidak selalu lahir dari privilese. Kadang ia tumbuh dari ruang kelas sederhana di desa, dari sekolah keguruan yang nyaris terlupakan, lalu perlahan melintasi batas negara hingga mencapai mimbar akademik tertinggi. (*)

Penulis : Mawai

Berita Terkait

Pernah Jabat Ketua Cabang PMII dan GP Ansor, Kini Muhri Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep
Dari Dunia Seni ke Panggung Politik dan Pengabdian
Mengemuka di Periode Kedua: M. Muhri, Legislator PKB Penjaga Aspirasi Rakyat
Birokrat Muda Kuda Hitam Sekda Sumenep
Cerita Wiwin, Dari Jualan Beras Hingga Parlemen
Pengalaman Hobi Jadi Motivasi Profesi
Langkah Kecil untuk Mimpi Besar: Kisah Inspiratif Pasangan F. Haris Oktaviano dan Lorensa Advenia Berdayakan Pekerja dan Peserta Didik
Erna Sujarwati, Sosok Politisi Perempuan yang Dikenal Tegas

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:25 WIB

Dari Panimbang ke Houston: Jalan Panjang Sang Guru Besar

Selasa, 7 April 2026 - 12:59 WIB

Pernah Jabat Ketua Cabang PMII dan GP Ansor, Kini Muhri Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep

Kamis, 13 November 2025 - 00:43 WIB

Dari Dunia Seni ke Panggung Politik dan Pengabdian

Sabtu, 10 Mei 2025 - 07:11 WIB

Mengemuka di Periode Kedua: M. Muhri, Legislator PKB Penjaga Aspirasi Rakyat

Selasa, 29 April 2025 - 13:57 WIB

Birokrat Muda Kuda Hitam Sekda Sumenep

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya

Kamis, 4 Jun 2026 - 19:58 WIB

(for NOLESA.COM)

Esai

Refleksi Self-love dan Feminisme dari Anne with an E

Kamis, 4 Jun 2026 - 18:26 WIB

(for NOLESA.COM)

Esai

Jantung Batik Solo

Kamis, 4 Jun 2026 - 17:44 WIB