Oleh | Sujono (Om Jo)
MIMBAR, NOLESA.COM – Allah tidak menciptakan sesuatu yang lebih kuat melebihi doa. (Dia) telah menjadikan doa lebih kuat daripada takdir Nya (SUFI).
Takdir dan doa memiliki kedudukan yang sama kuatnya. Takdir adalah kehendak Allah, sedangkan do’a adalah kehendak kita.
Namun, kadangkala Allah mengubah kehendak-Nya, hanya untuk mengabulkan kehendak kita.
Jangan berhenti berdo’a serta ikhtiar dan tawakal. Oleh karena itu, jangan menyakiti siapa pun, agar do’a kita tidak mempersulit hidup kita.
Jaga lisan kita, sebab hati seseorang tidak ada yang tahu. Jaga tingkah kita, sebab kita tidak pernah tahu hal apa yang bisa menyakiti orang lain.
Jaga hati untuk tetap baik, bukan karena kita adalah orang yang paling baik. Tetapi, apa pun yang kita lakukan akan kembali ke diri kita sendiri.
Pada akhirnya kita akan mengerti, bahwa yang mahal di dunia ini bukanlah harta, jabatan atau pun “pengakuan” manusia, melainkan ketenangan hati dan pikiran.
Sebab, banyak hal yang bisa dibeli. Tetapi tidur tanpa beban dan bangun tanpa cemas, adalah kemewahan yang tak semua orang mampu memilikinya. Ingatlah, tidak semua hal harus dimenangkan. (*)
*) Penulis lepas tinggal di Perum Satelit Kota Sumenep









