Inilah Upaya Bupati Sumenep Wujudkan Swasembada Garam

Redaksi Nolesa

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo (Foto: Istimewa)

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus mencari strategi untuk memaksimalkan produksi garam melimpah sehingga bisa mendorong swasembada garam nasional.

Untuk itu, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan bakal memberikan pola pendampingan terpadu kepada petani garam.

Yang dimaksud pola pendampingan terpadu, kata Bupati Fauzi, yaitu dengan melibatkan pemerintah daerah, provinsi hingga pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Strategi kolaboratif menyukseskan swasembada garam nasional itu disampaikan Bupati Fauzi dalam dialog khusus yang disiarkan JTV beberapa hari lalu. Kebetulan tema dialog khusus itu soal swasembada garam.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan untuk mewujudkan swasembada garam butuh sinergi lintas tingkatan pemerintahan. Karena kolaborasi itu akan menjadi faktor penentu keberhasilan produksi garam.

Baca Juga :  HAKIN 2026, Bupati Fauzi Dorong KI Sumenep Jadi Pelopor Keterbukaan Informasi

“Pendampingan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten, tetapi juga melibatkan pemerintah provinsi dan pusat,” kata Bupati Fauzi kepada awak media.

Bupati dua perioden itu mengungkapkan pihaknya selama ini terus memaksimalkan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) sebaga salah satu program utama dalam mengoptimalkan produksi garam.

“PUGAR sendiri telah berjalan sejak 2011 dan difokuskan pada pemberdayaan petani melalui pendekatan kelompok, tujuannya agar proses produksi lebih terorganisir dan efisien,” tegasnya.

Menurut Bupati Fauzi pendekatan berbasis kelompok dinilai lebih efektif dalam memperkuat koordinasi antarpetani sekaligus mempermudah penyaluran bantuan. Ia menegaskan bahwa sistem tersebut juga berdampak positif terhadap kualitas produksi garam.

“Dengan sistem kelompok, kualitas produksi bisa lebih terjaga dan sesuai standar nasional,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Fauzi Gerakkan Relawan Bagikan Makanan kepada Abang Becak

Selain penguatan kelembagaan petani, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi melalui bantuan geomembran. Dukungan ini diberikan secara kolaboratif oleh pemerintah pusat, provinsi, dan daerah sebagai upaya meningkatkan mutu hasil produksi. Bupati Fauzi menyebutkan bahwa penggunaan teknologi tersebut membawa manfaat signifikan dalam proses produksi garam.

“Penggunaan geomembran mampu menjaga kebersihan garam sekaligus mempercepat proses produksi,” tambahnya.

Namun demikian, ia tidak menampik bahwa sektor pergaraman masih sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Perubahan iklim, terutama tingginya curah hujan, menjadi tantangan serius yang sering dihadapi petani. Kondisi tersebut kerap berdampak langsung pada menurunnya hasil produksi.

“Cuaca sangat menentukan. Hujan yang berkepanjangan bisa berdampak langsung terhadap produksi,” ungkapnya.

Baca Juga :  MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga terus menjalin komunikasi yang intensif dengan PT Garam guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Hubungan antara petani dan perusahaan negara tersebut dinilai telah terbentuk secara alami, mengingat sebagian besar petani mengelola lahan milik PT Garam maupun lahan pribadi.

Dalam hal ini, pemerintah berperan sebagai fasilitator untuk memastikan harga tetap berada pada standar nasional dan tidak merugikan petani.

“Pemerintah hadir untuk memfasilitasi agar harga tetap sesuai standar nasional dan petani tidak dirugikan,” tegasnya.

“Melalui berbagai upaya tersebut, kami berharap sektor garam dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilar penting perekonomian daerah, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas Bupati Fauzi.(*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

SSIC Resmi Berdiri di Kota Yogya, Disiapkan Jadi Pusat Dakwah dan Kegiatan Islam
Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan
Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:34 WIB

SSIC Resmi Berdiri di Kota Yogya, Disiapkan Jadi Pusat Dakwah dan Kegiatan Islam

Senin, 14 September 2026 - 20:18 WIB

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Berita Terbaru

Politik

Daftar Anggota DPRD Partai Hanura di Madura

Senin, 14 Sep 2026 - 20:18 WIB

Nasional

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 Sep 2026 - 19:52 WIB