Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana

Redaksi Nolesa

Kamis, 19 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Memotret Sisi Penjual Sapi

Dari jalan raya

ada sebuah lorong kecil

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

menuju pusat pasar hewan.

Warung makan dan kopi

terlihat ramai dikunjungi.

Yaitu para penjual sapi.

 

Setiap pagi dan siang.

Mereka berangkat dengan berat.

Pulang dengan beban.

Sapi yang diperjualkan, kini, tak pernah laku.

 

Mereka gelisah;

Harga turun, tak bisa mengembalikan modal.

Setiap bulan,

tagihan dari bank keliling datang.

Baca Juga :  Puisi-Puisi Lusa Indrawati

Di warung makan dan kopi.

Setiap pagi; mereka mengadu nasib.

Bercerita, tanpa menemui solusi.

Mereka sempat berandai-andai.

‘Andai kata masih muda. Aku ingin jadi ini dan itu’

2025

Mencintai Bunga-bunga

Setiap pagi, kerap membayangkan.

Ada satu perempuan,

yang selalu menawariku,

mungkin air putih atau minuman lain.

sebab aku tak kuat minum kopi.

Kerap membayangkan, perempuan itu.

Sedang duduk di beranda rumah.

Melihat, macam-macam bunga.

Kerap membayangkan,

Di suatu pagi,

Baca Juga :  Puisi-puisi Unais Muhammad Madura

bunga-bunga di taman tak pernah mekar dengan indah.

Perempuan itu, tak pernah kembali lagi.

2025

Menafsir Waktu

Dua meja, enam kursi,

masih rapi.

Terlihat ada beberapa gorengan,

belum tersentuh dengan lembut.

Jam di dinding itu, selalu berputar.

Tepat pukul 12.00 WIB,

burung kutilang

yang di taruh sangkar bernyanyi.

Menit demi menit berlalu.

Akhirnya, angin mengajak tidur penjaga kantin itu.

2025

Musik Akustik di Malam Hari

Kau mainkan musik itu,

Baca Juga :  Puisi-Puisi Agus Widiey

Di malam yang penuh dengan sunyi.

Terdengar begitu asyik,

untuk sesekali rehat sejenak.

Tiba-tiba tubuh ini

mengajak pergi ke alam mimpi

dengan penuh keributan.

Pikiran ribet, tangan capek,

Kaki lelah.

Badan sempoyongan.

2025

Perempuan I

Aku selalu,

mengirim doa-doa panjang

di malam yang penuh dengan bintang.

Saat itu, engkau terlelap tidur.

2025

*Ilham Wiji Pradana. Lahir dan berkarya di Pati, Jawa Tengah. Alumnus IAIN Kudus, Bimbingan Konseling Pendidikan Islam. Ig ilham_wiji

Berita Terkait

Puisi-puisi Wail Arrifqi
Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Renata Xalisa Putri
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:01 WIB

Puisi-puisi Wail Arrifqi

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:38 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:36 WIB

Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum

Berita Terbaru

Pesan Bupati Sumenep pada Syukuran HUT ke-81 RI (Foto: Istimewa)

Daerah

Pesan Bupati Sumenep pada Syukuran HUT ke-81 RI

Jumat, 21 Agu 2026 - 12:30 WIB