UII Yogyakarta Nasihati Pemerintahan Prabowo-Gibran

Redaksi Nolesa

Sabtu, 8 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, NOLESA.COM – Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait perkembangan demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Dalam pernyataannya, UII menyoroti tanda-tanda kemunduran demokrasi serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak transparan dan minim partisipasi publik.

Menurut UII, kebebasan berpendapat dan berekspresi di Indonesia semakin terancam, terlihat dari meningkatnya kasus intimidasi, ancaman kriminalisasi, serta pembungkaman terhadap aktivis, seniman, akademisi, dan jurnalis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Penggunaan pasal-pasal karet untuk menekan suara kritis semakin menciptakan ketakutan di tengah masyarakat sipil yang seharusnya dilindungi hak-haknya,” tulis UII dalam pernyataan sikapnya tertanggal 6 Maret 2025.

Selain itu, UII juga mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai sering tergesa-gesa dan tidak berbasis data yang valid. Kurangnya pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dinilai justru memperburuk permasalahan yang ada.

Baca Juga :  Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Goreskan Tanda Tangan Simbolik Cover Buku Antologi Puisi Penyair Perempuan Indonesia

Maraknya kasus korupsi yang tidak ditangani dengan tegas juga menjadi perhatian, terutama ketika pemerintah cenderung mengembangkan narasi yang mengaburkan fakta dan menyulitkan masyarakat mendapatkan informasi yang transparan.

Upaya efisiensi yang dicanangkan pemerintah pun dipertanyakan. Menurut UII, efisiensi yang dilakukan tidak selalu berdampak positif, bahkan berujung pada penurunan kualitas pelayanan publik dan program sosial yang seharusnya menjadi tumpuan masyarakat kecil, termasuk di sektor pendidikan.

Sementara itu, menurut UII gaya hidup dan sikap sebagian pejabat justru tidak menunjukkan empati terhadap rakyat semakin memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Berangkat dari kesadaran tersebut, UII menyampaikan enam poin pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Menuntut pemerintah membuka ruang demokrasi yang lebih luas dengan menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi serta melindungi aktivis, seniman, akademisi, dan jurnalis dari intimidasi serta ancaman kriminalisasi.
  2. Mendesak pemerintah lebih sensitif dan responsif terhadap kebutuhan rakyat, dengan memastikan bahwa setiap kebijakan didasarkan pada data valid dan pendekatan ilmiah agar akurat, relevan, dan tepat sasaran.
  3. Menuntut keseriusan pemerintah dalam pemberantasan korupsi, dengan menegakkan hukum secara tegas, transparan, dan adil. Pemerintah diminta memperkuat peran lembaga antikorupsi, meningkatkan pengawasan anggaran, serta tidak membuat narasi yang mengaburkan atau menutupi praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
  4. Memastikan bahwa efisiensi dilakukan secara transparan dan akuntabel, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik serta program sosial yang berdampak langsung pada rakyat.
  5. Menyeru pejabat negara agar menjadi teladan dalam tutur kata, sikap, tindakan, dan gaya hidup, serta menghindari perilaku yang tidak menunjukkan empati kepada rakyat.
  6. Mengajak masyarakat sipil untuk tetap aktif dalam mengawasi kebijakan pemerintah dan mengkritisi secara konstruktif demi menciptakan pemerintahan yang lebih responsif, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat serta mewujudkan demokrasi yang sehat.
Baca Juga :  Indonesia Didapuk Menjadi Ketua ASEAN
Baca Juga :  Dalam Suasana Lebaran, Ketum PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno

Pernyataan sikap ini, menurut Rektor UII Fathul Wahid, lahir dari keprihatinan terhadap praktik berbangsa dan bernegara yang semakin jauh dari nilai-nilai keadilan. Ia berharap momentum Ramadan ini dapat menjadi ajang refleksi bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Penulis : Rusdiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z
Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas
Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi
Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi
Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran
Puteri Indonesia 2026 Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi PP Tunas
Novita Hardini Desak Evaluasi Total Pariwisata Nasional, Singgung Vietnam hingga Contoh Sukses Dubai
Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:26 WIB

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Senin, 15 Juni 2026 - 20:40 WIB

Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:34 WIB

Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:07 WIB

Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:27 WIB

Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran

Berita Terbaru

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z (Foto: Istimewa)

Nasional

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Senin, 15 Jun 2026 - 23:26 WIB

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim (Foto: Istimewa)

Nasional

Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas

Senin, 15 Jun 2026 - 20:40 WIB

(for NOLESA.COM)

Esai

Empat Hari di Mulyodadi

Senin, 15 Jun 2026 - 15:15 WIB