Puisi-puisi Tan Pajar

Redaksi Nolesa

Senin, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puisi-puisi Tan Pajar (Ilustrasi/ist/nolesa.com)

Puisi-puisi Tan Pajar (Ilustrasi/ist/nolesa.com)

Warna Merah

Warna merah sebentar lagi akan pergi berlibur, ke kota merah

Warna merah sudah kembali dari berlibur ke kota merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

pipinya hitam kena arang

duitnya kurang walau hanya untuk membayar semeja makanan

mukanya merah tak karuan

la malu sampai di hadapan Tuhan

Bintan, 17 Januari 2025

waktu dinihari

Puisi Lama Untuk Mantan

Didalam Dompet

Masih ku simpan

Puisi lama untuk mantan

Aku bilang kalau aku mencintainya.

Tapi dia bilang Tuhan lebih menyayanginya

Aku bilang cintaku lebih besar

Dia bilang cintanya kepada Tuhan lebih besar

Aku bilang hati-hati,

Baca Juga :  Puisi-puisi Fileski Walidha Tanjung

Tapi katanya dia sudah cinta mati

Lalu dia tak bangun Iagi dari tidur

Dia mati

Bintan, 17 Januari 2025

waktu dinihari

Doa Seorang Anak Cina

Dewa!

Kalau boleh,

Aku ingin minta,

Sepotong kue bulan

Bintan, 17-01-25

PRESIDEN

Betapa ingin aku bertemu Presiden

Ada orang yang dalam hidupnya dengan mudahnya bertemu seorang presiden

Tapi tidak denganku,

Aku begitu ingin bertemu seorang presiden, melihatnya dari dekat. Bukan dari kerumunan

ratusan ribu orang atau dari dalam mobil yang selintas berlalu.

Itu pun mesti berpanas-panasan dulu, mana tahu ada presiden yang dapat mengabulkan

permintaanku, presiden Prabowo Subianto mungkin?!

Baca Juga :  Puisi-puisi Moh Zainur Rozy

Bintan, 17 Januari 2025

waktu dinihari

NELAYAN

Maaf Nak, Ayah tak sempat mengajarimu berenang

Maaf Nak, maaf!

Ayah juga tak sempat mengajarimu mengikat kail dan mengait umpan

Ayah bahkan tak sempat mengajarimu mengayuh perahu

Apalagi menyukat air dan angin, menandai karang dan juga membaca bintang

Padahal engkau adalah anak seorang nelayan

Bintan, 17 Januari 2025

waktu dinihari

Nasehat Atok

Memang mestinya seperti itu nak

Kau memang harus sedekat itu dengan laut, karena kelak kaulah yang akan mewarisinya!

Jangan sampai air yang tenangpun berani mengejekmu karena kau tak pandai berenang!

Tarik Nak, tarik ikannya! Bawa dia sampai ke atas, lalu cabut kail dari mulutnya! Sesudah itu,

Baca Juga :  Puisi-puisi Safari Maulidi

kait umpan lagi, lalu lemparkan ke air. Tunggulah ikan menarik umpanmu, lalu tariklah dia ke

atas! Begitulah nak, setidaknya begitulah cara untuk bertahan hidup!

Bintan, 17 Januari 2025

waktu dinihari

*Pajar Intan/Tan Pajar adalah Penulis Antologi Puisi Tolong Beri Judul Sajakku terbitan LKiS

Pustaka Sastra 2018. Penulis adalah Warga Negara Indonesia peranakan Tionghoa. 

Menamatkan Sarjana Strata Satu jurusan pendidikan agama Buddha di Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda, Jakarta (Lulus tahun 2017)
Penulis lahir di Natuna, 5 Oktober 1990. Tepatnya di kecamatan Pulau Laut, desa air payang.

Editor : Wail Arrifqi

Berita Terkait

Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Khalil Satta Èlman
Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen
Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:24 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Senin, 22 Desember 2025 - 12:29 WIB

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:18 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 29 November 2025 - 11:42 WIB

Puisi-puisi Ahmad Rizal

Sabtu, 27 September 2025 - 11:19 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terbaru

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD (Foto: Istimewa)

Politik

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:29 WIB