Puisi-puisi Alexio Riqil Vitor-Madura

Redaksi Nolesa

Jumat, 22 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puisi-puisi Alexio Riqil Vitor-Madura (ilustrasi)

Puisi-puisi Alexio Riqil Vitor-Madura (ilustrasi)

Bersimbah Luka

Terhampar pulau di timur laut jawa

Gesekan terjadi karena sumber daya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tepi lautan yang bergelora

Suara senjata mulai menggema

Di bumi Surabaya dan Madura

Darah pahlawan mengalir membara

Pasir-pasir di bibir pantai menyaksikannya

Perang dahsyat antara dua saudara

Saudara besar dalam sejarah jawa

Di balik darah yang bersimbah luka

Harapan tumbuh di sela duka

Mimpi perdamaian kini terasa

Suara ombak mulai semawa

Mendengar semua mulai tiada

Tawa pahlawan mulai bermuara

Pasir pantai kembali bercinta

Namun….

Baca Juga :  Menakuk Hiruk Pikuk

Sang darah tetap bersimbah, di setiap luka yang tak lagi basah.

Yogyakarta 26 September 2024.


Langit Kelabu

Kini, Langit mulai kelabu

Orang-orang kian membisu

Teramat panjang jalan berdebu

Tiada tempat untukku mengadu

Namun senyummu tetap membekas dalam kalbu

Senyum manis serasa ampedu

Terasa hangat walau tak ada temu

Suara hati inginkan dirimu

Memeluk resah di dalam rindu

Bagai air di sungai biru

Mengalir deras kearah batu

Tempatku meneduh di kala itu

Dan bersujud ke arah kiblatmu.

Yogyakarta 24 September 2024.


Tembang Kenangan

Kutembangkan lagu

Berjudul kenangan

Baca Juga :  Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara Maluku Utara

Kususuri laut

Tempat ku pulang

Abu-abu tak kunjung hilang

Rona senja tampak menjingga

Kutitipkan rasa pada sang pencipta

Ku langitkan namamu pembawa pelita

Berhiaskan pelangi mengecup semesta

Gemuruh angin, mengeluh, menderita

Kehidupan manusia mulai bersengketa

Alam-alam tampak terluka

Herbivora saling memangsa

Tanpa mengenal apa yang namanya cinta

Simpang siur telah berkelana

Sang lentera mulai binasa

Namun cinta tak pernah sirna

Walau hanya dengan meraba-raba

Kasihmu tetap tiada dua.

Yogyakarta 20 September 2024


Di Sini

Di sini aku menyepi

Tampak ramai terasa sendiri

Gemuruh hujan teramat suci

Baca Juga :  Malam Menuntunku Pulang - Puisi Muhammad Dzunnurain (Jawa Timur))

Tempatku berlabuh dan menggali mimpi

Sekelompok manusia sedang diskusi

Memecahkan karang penuh misteri

Satu tujuan antara pikiran dan hati

Demi masa depan yang seakan abadi.

Yogyakarta 23 September 2024.


Sang Nelayan

Aku berjalan di tengah keramaian

Dalam hati meniti kehidupan

Di gang gelap aku menemukan

Seorang nelayan yang sedang kelaparan

Duduk sambil mengepalkan tangan

Besar harapan kepada sang Tuhan

Walau tak sampai kapan ia makan.

Yogyakarta 24 September 2024.


Alexio Riqil Vitor merupakan pemuda kelahiran Sumenep, Madura yang sedang melanjutkan studi di UIN Suka Yogyakarta

Berita Terkait

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Khalil Satta Èlman
Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen
Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana
Puisi-puisi Dewis Pramanas

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 12:29 WIB

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:18 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 29 November 2025 - 11:42 WIB

Puisi-puisi Ahmad Rizal

Sabtu, 27 September 2025 - 11:19 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Rabu, 9 Juli 2025 - 21:49 WIB

Puisi-puisi Khalil Satta Èlman

Berita Terbaru

Ramadan 1447 H, JMSI Sumenep Santuni Anak Yatim dan Janda (Foto: Ist)

Daerah

Ramadan 1447 H, JMSI Sumenep Santuni Anak Yatim dan Janda

Senin, 9 Mar 2026 - 19:42 WIB

Cara Menko PM Kampanyekan Hidup Sehat di Bulan Ramadan (Foto: Ist)

Nasional

Cara Menko PM Kampanyekan Hidup Sehat di Bulan Ramadan

Minggu, 8 Mar 2026 - 20:00 WIB

Rp878 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera (Foto: Ist)

Nasional

Rp878 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera

Minggu, 8 Mar 2026 - 15:04 WIB