Puisi-Puisi Syukur Budiardjo

Syukur Budiardjo

Kamis, 25 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi via @cdd20

Ilustrasi via @cdd20

Korupsi Abadi

 

Di dalam politik

tak ada kawan abadi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

atau lawan abadi.

Yang ada cuma

korupsi abadi

 

Jakarta, 17 Maret 2017.

 

Puisiku Bukan Undang-Undang

 

Puisiku bukan undang-undang

Bebas kau tafsirkan apa pun.

Sesuai dengan

Yang kau inginkan

 

Maknanya menjulang

Atau terjun bebas

Ke dalam jurang

Bagiku tak pantang

 

Puisiku bukan undang-undang

Yang akan memenjarakanmu

Dengan pasal-pasal karet

Baca Juga :  Puisi-puisi Khalil Satta Èlman

Yang mulur mungkret tak tentu

 

Hingga kemerdekaan

Tergadai. Dalam kungkungan

Kemunafikan. Dan keadilan

Cuma sebatas omongan

 

Jakarta, 22 Februari 2017

 

Politik

 

Politik

itu

puol

trik

dan

intrik.

 

Jakarta, 15 Februari 2017

 

Belang dan Gading

 

Harimau mati

meninggalkan belang,

Gisel naik gajah

meninggalkan Gading.

 

Cibinong, 1 Desember 2018

 

Dua Karmina Korupsi

 

Dahulu parang sekarang besi.

Dahulu berjuang sekarang korupsi.

Baca Juga :  Puisi-Puisi Andik Trio Widodo

 

Gendang gendut tali kecapi.

Kenyang perut karena korupsi.

 

Jakarta, 11 Maret 2017

 

Di Dalam Kereta (1)

 

Di dalam kereta.

Berjuta asa menggila.

Berjuta hati merana.

Mengejar fatamorgana.

 

Di dalam kereta.

Berjuta tawa berhamburan.

Berjuta tangis bersahutan.

Menggapai impian.

 

Di dalam kereta.

Aku terduduk sendiri.

Menanti ajal menghampiri.

Kapan waktu aku tak mengerti.

 

Cibinong, 25 Desember 2020

 

Di Dalam kereta (2)

 

Baca Juga :  Sosok yang Mengaduk Kata

Di dalam kereta

berjuta tangan bergelayutan

berjuta tubuh berhimpitan.

berjuta angan berhamburan

berjuta asa bertebaran.

 

Di dalam kereta

berjuta mulut berbisik

berjuta canda menggelitik.

berjuta pikiran melayang

berjuta hasrat berdendang.

 

Di dalam kereta

berjuta rayu membujuk

berjuta syahdu memeluk.

berjuta impian menerawang

berjuta kenangan menghadang.

 

Di dalam kereta

berjuta janji menebar

berjuta kata mengingkar.

berjuta keluh mengaduh

berjuta tanya merapuh.

 

Cibinong, 25 Desember 2020

Berita Terkait

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Khalil Satta Èlman
Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen
Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana
Puisi-puisi Dewis Pramanas

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 12:29 WIB

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:18 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 29 November 2025 - 11:42 WIB

Puisi-puisi Ahmad Rizal

Sabtu, 27 September 2025 - 11:19 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Rabu, 9 Juli 2025 - 21:49 WIB

Puisi-puisi Khalil Satta Èlman

Berita Terbaru

Mimbar

Uji Nyali Hakim Kasus ODGJ Sapudi: Catatan Jurnalis

Jumat, 16 Jan 2026 - 09:29 WIB