Begadang

Muhammad Dzunnurain

Jumat, 23 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senyum rembulan menyinari penyair

Yang sedang mengaduk kata

Secangkir aroma kenangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengaduk rotasi harapan

Yang berputar pada tumpunya

 

Hiruk pikuk kelakson kebisingan dari kejauhan

Berselimut kabut kedinginan

Memoar kerinduan kian membeku

Pada khatulistiwa yang melintang di kepalaku

Baca Juga :  Puisi-puisi Abdurrahman ZN-Di Stasiun Kereta

 

Waktu itu telah sunyi

Flora, fauna sedang menikmati mimpi

Aku dan dia berlagak lugu

Mengundang sedikit tawa

Menggema di ruang hampa

Bersama kokokan ayam ketawa

 

Melihatmu laksana bintang kejora

Tak tahan ingin melihatnya

Menahan perihnya mata

Baca Juga :  Biarkan Aku di Belakangmu

Ketika rasa terkikis pesona

Melihatmu, memoar rindu yang tak kunjung pergi

Melihatmu, semerbak bunga bermekaran di pagi hari

 

Senyum tawa tiada henti

Sepoi angin yang dingin

Kini mengubah kehangatan

Semangat tiada henti

 

Hingga fajar tiba

Api unggun yang sedang membakar hati

Baca Juga :  Malam Menuntunku Pulang - Puisi Muhammad Dzunnurain (Jawa Timur))

Membaca diksi nyata

Menerima apa adanya

Datang membawa bukti

Namun, aku tak bisa membalasnya serupa

 

Ketika itu

Hingga saat ini

Sebuah kata yang berlabuh di gendang telinga

Kini terukir dalam lubuk

Bersemayam dalam mimpi

Kota Batu

Berita Terkait

Sumenep Tak Kekurangan Pesantren, Mengapa Pemudanya Mencari Ruang Lain?
Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama
Muktamar ke-35 NU: Ujian Dialektis Pendewasaan Organisasi
Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin
Desa Tangguh Bencana
Pentingnya Pengelolaan Kesehatan dan Ketahanan Mental Bagi Gen Z dalam Strategi Membangun Masa Depan Menurut Pandangan Islam
Puisi-puisi Wail Arrifqi
Melampaui Bayang-Bayang Sherlock: Enola Holmes sebagai Alegori Kebangkitan Suara Perempuan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Sumenep Tak Kekurangan Pesantren, Mengapa Pemudanya Mencari Ruang Lain?

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Muktamar ke-35 NU: Ujian Dialektis Pendewasaan Organisasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:04 WIB

Desa Tangguh Bencana

Berita Terbaru