JAKARTA, NOLESA.COM – Jumlah sarjana nganggur di Indonesia cukup tinggi. Kondisi ini mengundang perhatian Ketua DPR RI Puan Maharani.
Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbak Puan ini mengungkapkan pada Februari 2025 jumlah pengangguran sarjana mencapai 1.010.652 orang.
Angka tersebut, kata Mbak Puan merupakan bagian dari total 7,28 juta pengangguran di Indonesia pada periode yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Mbak Puan, jumlah tersebut terbilang tinggi dan sangat mengkhawatirkan. Dan ini butuh kesepakatan dan komitmen dari semua stakeholder untuk mengatasi pengangguran sarjana.
“Ini menandakan bahwa sistem kita, baik pendidikan maupun pasar kerja, belum terkoneksi dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri,” kata Mbak Puan, Minggu kemarin, 20 Juli 2025.
Selain itu, Mbak Puan juga memaparkan, dari total pengangguran, lulusan SD dan SMP mendominasi dengan 2,42 juta orang, disusul SMA (2,04 juta), SMK (1,63 juta), dan sarjana (1,01 juta), serta diploma (177,39 ribu).
Sebab itu, Mbak Puan mendesak pemerintah agar mengambil langkah korektif. Salah satunya dengan menjadikan kampus dan SMK sebagai bagian dari ekosistem produktif nasional.
Selain itu, Mbak Puan juga mengusulkan pembentukan Pusat Pengembangan Keterampilan Nasional (National Skill Centers) di berbagai wilayah strategis.
Kemudian, untuk mengatasi persoalan ini, Mbak Puan meminta kolaborasi lintas kementerian agar sama-sama mengatasi pengangguran ini.(*)
Penulis : Arif










