Pesan Wamenpora Saat Menerima Dua Atlet Pelajar Peraih Medali SEA Games 2025

Redaksi Nolesa

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenpora Taufik Hidayat menerima duat atlet pelajar peraih Medali SEA Games 2025 Thailand (Foto: Ist)

Wamenpora Taufik Hidayat menerima duat atlet pelajar peraih Medali SEA Games 2025 Thailand (Foto: Ist)

JAKARTA, NOLESA.COM – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menerima dua atlet pelajar peraih medali SEA Games 2025 Thailand di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.

Dua atlet yang hadir yakni Jayden Zen Naga, peraih medali emas cabang olahraga hoki es, serta Adelia Chantika Aulia, peraih medali perunggu cabang renang.

Kedua atlet tersebut merupakan siswa SMA Muhammadiyah 3 Jakarta yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang multievent Asia Tenggara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan itu, Wamenpora menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan serta penanaman mental juara sejak usia dini bagi atlet pelajar Indonesia.

Selain itu, Wamenpora Taufik Hidayat juga menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih atlet muda. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menunjukkan daya saing Indonesia di level regional, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi proses regenerasi atlet nasional.

Baca Juga :  Mahfud MD: Di Atas Hukum Ada Etika dan Moral

Ia menilai prestasi di SEA Games harus dijadikan pijakan awal untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.

“Saya melihat langsung pertandingan hoki es di SEA Games. Ini pertama kali saya menonton, dan saya melihat semangat serta tensi yang luar biasa. Di hoki es, sepersekian detik bisa menentukan hasil. Ini cabang yang sangat menantang,” ujar Taufik.

Wamenpora menekankan bahwa atlet pelajar masih memiliki perjalanan karier yang panjang. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara konsisten dan tidak terhenti setelah meraih medali.

Ia mengingatkan bahwa kesempatan untuk berkembang akan selalu terbuka bagi atlet yang menjaga disiplin dan kemauan belajar.

Baca Juga :  Menteri Keuangan RI Berlakukan Kebijakan ini Atas Arahan Presiden Jokowi

Berbagi pengalaman pribadi sebagai peraih emas Olimpiade Athena 2004, Taufik menegaskan bahwa prestasi tertinggi tidak dapat diraih secara instan. Proses panjang, latihan ketat, dan pengorbanan menjadi bagian dari perjalanan seorang atlet.

“Menuju Olimpiade itu prosesnya panjang. Tidak ada yang instan dalam olahraga. Saya dulu kehilangan banyak waktu bermain karena setiap hari latihan. Itu pilihan hidup yang harus dijalani dengan disiplin dan dukungan keluarga serta sekolah,” tegasnya.

Ia juga mengakui pernah mengalami kegagalan dan melakukan banyak kesalahan sebelum mencapai puncak prestasi. Karena itu, ia mendorong atlet muda untuk terus belajar dan terbuka terhadap masukan dari atlet senior.

Baca Juga :  Politikus PKB Minta Skema Rekrutmen Calon Manajer KDKMP Dievaluasi

Selain memberi perhatian pada atlet, Taufik turut mengapresiasi peran SMA Muhammadiyah 3 Jakarta yang dinilai mampu menciptakan lingkungan pembinaan atlet tanpa mengabaikan pendidikan formal.

Menurutnya, dukungan sekolah menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan akademik dan prestasi olahraga.

“Kemenpora sangat mendukung model pembinaan seperti ini. Kami berharap sekolah lain bisa mengikuti, sehingga atlet pelajar tetap mendapat jam belajar yang memadai sekaligus fokus berlatih,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Taufik mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri dan terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.

“Karier kalian masih panjang. Jangan cepat puas. Presiden Prabowo sangat mendukung agar olahraga Indonesia bisa mendunia. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk melangkah lebih jauh,” pungkasnya. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:37 WIB

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Rabu, 16 September 2026 - 11:02 WIB

BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Berita Terbaru

Wabup Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far memimpin rakor pemenuhan titik usulan listrik desa (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:05 WIB