Jadi Gubernur Terakhir DKI, Anies Siap Maju sebagai Gubernur Pertama DKJ

Redaksi Nolesa

Sabtu, 15 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cak Imin bersama Anis (Foto: istimewa)

Cak Imin bersama Anis (Foto: istimewa)

Jakarta, NOLESA.com – Anies Rasyid Baswedan menyatakan siap untuk kembali maju sebagai calon gubernur (cagub) Jakarta dalam pemilihan gubernur (Pilgub) 2024.

Kesiapan untuk kembali maju dalam Pilgub Jakarta itu disampaikan oleh Anies setelah dirinya menerima lamaran DPW Parti Kebangkitan Bangsa yang hendak mengusungnya.

“Jadi saya menerima, menerima kepercayaan dari PKB. Karena itu saya sampaikan bismillah kami bersiap untuk meneruskan ke periode kedua,” kata Anies di Bilangan Jakarta Selatan, Jumat (14/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan maju kembali sebagai calon gubernur Jakarta, Anies bertekad akan memperbaiki masalah-masalah Jakarta yang belum terselesaikan.

Baca Juga :  Dari Batang, Novita Hardini Suarakan Tata Ruang Berkeadilan

”Yang paling urgent mengembalikan hal-hal yang dianggap bermasalah hari ini supaya lebih baik,” ujar Anies.

Terakhir untuk DKI, Pertama untuk DKJ?

Anies adalah gubernur terakhir DKI Jakarta yang mengakhiri jabatannya pada 2022 lalu.

Sebab, seperti diketahui, pada 2024 ini status DKI sebagai daerah khusus ibukota akan berakhir bersamaan dengan dipindahnya ibu kota negara ke IKN.

Sampai saat ini, pemindahan Ibu Kota Negara ke IKN memang belum ada titik terang. Sebab, untuk melakukan pemindahan ibu kota negara, masih menunggu Keputusan Presiden sebagaimana diperintahkan UU DKJ.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Minta Maaf, Netizen: Tanggungjawab di Akhirat Pak!

Pasal 63 UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang DKJ menyebutkan “Pada saat Undang-Undang ini diundangkan, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tetap berkedudukan sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai dengan penetapan Keputusan Presiden mengenai pemindahan Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

Namun demikian, dapat dipastikan di tahun 2024 atau selambat-lambat 2025, ibu kota negara sudah dipindahkan sesuai target pemerintahan Presiden Jokowi-Ma’ruf.

Baca Juga :  BPI Danantara Resmi Diluncurkan, Inilah Target Presiden Prabowo

Bahkan, di Bulan Agustus nanti Presiden Jokowi sudah akan merayakan momen Agustusan di IKN.

“Tahun depan kalau sudah ada Keputusan Presiden mengenai perpindahan, baru nanti di IKN sana. Termasuk juga urusan mobilisasi transportasi akomodasi itu juga sudah,” kata Jokowi di Posyandu Taman Sawo, Jakarta Selatan, pada Selasa, 11 Juni 2024.

Sehingga, dengan demikian, siapa pun yang terpilih dalam Pilgub Jakarta nanti, dapat dipastikan ia akan menjadi Gubernur DKJ Pertama. Termasuk Anies Baswedan jika berhasil memenangkan Pilkada.

Penulis : Wail Arrifki

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:37 WIB

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Kamis, 24 September 2026 - 13:24 WIB

Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri

Rabu, 16 September 2026 - 11:02 WIB

BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Berita Terbaru