Anna Mu’awanah Legislator PKB Dorong Pemerintah Genjot Investasi dan Bansos

Redaksi Nolesa

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator PKB Anna Mu'awanah (Foto: Ist)

Legislator PKB Anna Mu'awanah (Foto: Ist)

JAKARTA, NOLESA.COM – Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Anna Mu’awanah, mendorong pemerintah segera mengambil langkah-langkah progresif guna menjaga momentum pemulihan daya beli masyarakat yang mulai terlihat sejak awal tahun.

Menurut anggota Komisi XI DPR RI itu tren perbaikan konsumsi rumah tangga harus diperkuat dengan kebijakan yang tepat, terutama melalui penguatan bantuan sosial (bansos) dan percepatan investasi.

“Kami melihat daya beli masyarakat perlahan mulai pulih dan konsumsi rumah tangga menunjukkan tren membaik. Momentum positif ini tidak boleh dilewatkan. Pemerintah harus menggenjot bansos dan investasi agar daya beli semakin kuat dan pemulihan ekonomi bisa berkelanjutan,” ujar Anna Mu’awanah di Jakarta, Senin kemarin, 12 Januari 2026.

Dorongan tersebut disampaikan dengan merujuk pada hasil survei Indeks Transaksi Belanja (Intrabel) yang dirilis sejumlah perbankan nasional. Data Intrabel BCA mencatat adanya akselerasi signifikan pada Desember 2025 dengan pertumbuhan mencapai 9,8 persen secara tahunan (year on year/YoY), melonjak dibandingkan November 2025 yang hanya tumbuh 3,3 persen (YoY). Tren serupa juga tercermin dalam Mandiri Spending Index (MSI) per 28 Desember 2025 yang berada di level 354,5.

Baca Juga :  Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Anna menilai data tersebut menjadi indikator kuat bahwa aktivitas belanja masyarakat mulai kembali menggeliat. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memanfaatkan ruang fiskal yang tersedia untuk memperkuat stimulus ekonomi, khususnya melalui bansos yang berfungsi sebagai bantalan bagi kelompok masyarakat rentan.

“Jika bansos diperkuat dan investasi dipercepat, maka konsumsi rumah tangga akan semakin terdongkrak. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan daya beli, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja dan stabilitas ekonomi nasional,” jelas dia.

Baca Juga :  MenPAN-RB Lakukan ini untuk Mencapai Tujuan Reformasi Birokrasi yang Dimaksud Presiden Jokowi

Lebih lanjut, Anna mengingatkan agar pemerintah terus memacu investasi, baik dari sektor publik maupun swasta, guna menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian, termasuk di daerah. Ia berharap langkah-langkah yang diambil tidak bersifat jangka pendek, melainkan mampu menopang pemulihan ekonomi secara berkelanjutan.

“Pemerintah perlu mengambil langkah cepat dan tepat agar pemulihan konsumsi rumah tangga benar-benar berdampak luas dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas politikus partai politik yang kini dinahkodai Cak Imin. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Jangan Terkecoh Konten Viral! Pakar Siber Beberkan Alasan Konten Bisa Dihapus
HUT Ke-81 RI Diawali Doa dan Zikir Kebangsaan
Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945
Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot
PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun
Legislator PKB Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi El Nino, Jangan Sampai Target Produksi Pangan Terganggu
Novita Hardini Soroti Tata Kelola KEK Pariwisata, Nilai Perlindungan Hak Masyarakat Belum Optimal

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Jangan Terkecoh Konten Viral! Pakar Siber Beberkan Alasan Konten Bisa Dihapus

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:25 WIB

HUT Ke-81 RI Diawali Doa dan Zikir Kebangsaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:07 WIB

Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:33 WIB

PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan

Berita Terbaru