JAKARTA, NOLESA.COM –Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, merespons positif kabar beroperasinya kembali seluruh rumah sakit yang sempat lumpuh akibat banjir di sejumlah wilayah Sumatera.
Ninik sapaan akrabnya, menilai, aktifnya kembali fasilitas layanan kesehatan menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama berminggu-minggu mengalami keterbatasan akses pengobatan pascabencana.
Meski demikian, politisi PKB tersebut menyoroti proses pemulihan yang dinilainya berjalan terlalu lambat. Ia menilai, waktu hampir tiga pekan untuk mengaktifkan kembali rumah sakit merupakan durasi yang tidak ideal, mengingat sektor kesehatan merupakan kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam kondisi darurat, layanan rumah sakit seharusnya menjadi prioritas paling utama. Ketika baru pulih setelah 20 hari, tentu ini perlu menjadi bahan evaluasi serius,” kata Ninik, Selasa, 16 Desember 2025.
Ninik yang juga Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa itu menekankan bahwa pemulihan fasilitas kesehatan tidak boleh dimaknai sebatas membuka pintu rumah sakit.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh unsur pendukung pelayanan benar-benar siap melayani masyarakat.
Ia menegaskan, aspek kebersihan dan keamanan lingkungan rumah sakit, kesiapan tenaga medis, hingga ketersediaan obat-obatan harus menjadi perhatian utama agar layanan kesehatan dapat berjalan optimal.
Sebagai mitra Kementerian Kesehatan, Komisi IX DPR RI, lanjut Ninik, berkomitmen untuk terus mengawasi proses pemulihan sektor kesehatan di daerah terdampak bencana. Ia mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan pascabencana ke depan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.
“Pemulihan layanan kesehatan tidak boleh berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan hak dasar masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa seluruh rumah sakit yang terdampak bencana banjir di Sumatera telah kembali memberikan pelayanan.
Tercatat sebanyak 41 rumah sakit sempat terdampak banjir yang terjadi pada 26 November 2025 dan kini mulai beroperasi secara bertahap.
“Alhamdulillah, sekarang 100 persen rumah sakit sudah mulai beroperasi kembali, meskipun secara bertahap,” kata Budi dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin kemarin, 15 Desember 2025. (*)
Penulis : Arif









