Pola Pikir Sehat untuk Hidup yang Baik

Muhammad Rijal

Minggu, 4 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini, NOLESA.com — Banyak teori yang mengungkapkan perbedaan antara orang yang berhasil di dalam hidupnya dengan orang yang merasa gagal.

Carol S.Dweck, seorang profesor psikologi di Universitas Stanford dalam _Mindset_ mengungkapkan bahwa ada kekuatan dari sebuah keyakinan.

Mindset adalah pola pikir. Sedangkanenurut Cambridge Dictionary jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, mindset adalah cara seseorang berpikir dan opini-opini mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal yang dianggap sepele bisa merubah keyakinan yang sebenarnya kita sadari atau tidak sadari, akan tetapi dari keyakinan ini dapat mempengaruhi apa yang kita inginkan di masa depan dan apakah kita berhasil memperolehnya setelah mengerjakannya?

Baca Juga :  Asisten Rumah Tangga dan Krisis Rasa Kemanusiaan

Carol S. Dweck juga telah membuktikan bagaimana ketika seseorang mengubah pandangannya akan sesuatu yang mereka inginkan, bahkan yang paling sederhana sekalipun, mampu mempunyai efek yang besar dalam hidupnya.

Terdapat beberapa cara kita untuk mengubah pola pikir dalam menghadapi permasalahan.

Menurut Carol S.Dweck ada dua tipe pola pikir yang berbeda di dalam menghadapi permasalahan kehidupan dan apabila kedua pola pikir tersebut terealisasikan maka mindset kita akan terarah yang lebih positif.

Baca Juga :  Membangun Karakter Entrepreneur Mahasiswa Melalui Digital Marketing

1. Fixed mindset

Orang yang berfikir tetap cendrung mementingkan apa yang didapat dari masa lalunya, contohnya prestasi sekolah yang tampak dalam ijazah dan gelar sekolah dan sekali di dapat, mereka percaya bahwa prestasi itu akan berlaku selamanya.

2.Growth mindset

Sebaliknya orang yang berpikir tumbuh dan berani dalam menghadapi tantangan baru. Mereka percaya bahwa kecerdasan bisa berubah seperti otot, yang kalau di latih terus menerus akan menjadi kuat dan besar.

Baca Juga :  AI dan Dampaknya pada Psikologi Manusia: Peluang and Resiko

Oleh karena mindset yang kita miliki inilah yang menentukan bagaimana cara kita bersikap serta bereaksi terhadap situasi yang sulit dalam menerangi berbagai macam tantangan, serta keinginan kita untuk terus dapat meningkatkan kemampuan individu maupun kelompok.

Karena kesuksesan tidak hanya dari bakat dan kecerdasan. Jadi kunci kesuksesan tersebut di tandai dengan cara berpikir yang sehat.

Karena, kesuksesan atau kegagagalan di masa kini bukanlah cerminan dari masa yang akan datang.

Berita Terkait

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?
Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI
Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata
Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial
Gerak Batin Ekoteologi
Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam: Sebuah Kolaborasi Komplomentatif
Pelantikan PCNU Sumenep 2026: Sebuah Catatan Sederhana
Pintu Kampus Tertutup bagi Si Miskin

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:31 WIB

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:59 WIB

Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:26 WIB

Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:11 WIB

Gerak Batin Ekoteologi

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB