Oleh-oleh Dewan Pendidikan ketika Menghadap Bupati Fauzi

Redaksi Nolesa

Senin, 10 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Rutin setiap tiga bulan sekali Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan silaturahim kepada Bupati Achmad Fauzi.

Tentu silaturahim ala Dewan Pendidikan (DP) Sumenep ini bukan pertemuan biasa. Pasti ada hal penting yang dibahas, khususnya berkaitan dengan pendidikan di ujung timur pulau Madura.

Termasuk pada silaturrahim kali ini, yang bertempat di ruang VIP Rumah Dinas Bupati Sumenep, Senin, 10 Oktober 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada pertemuan kali ini, DP datang dengan membawa ‘oleh-oleh’ yang dibawah untuk Bupati Fauzi.

Oleh-oleh tersebut tidak lain berupa sejumlah rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPK Sumenep dalam bentuk tertulis. Selain soal penerapan Perbup Literasi yang belum maksimal.

Kemudian, persoalan sekolah dasar (SD) yang tidak maksimal dalam PPDB, pemerataan penempatan guru, dan hasil pertemuan Dewan Pendidikan se-Indonesia di Solo beberapa waktu lalu.

Ketua DPK Sumenep, Mulyadi memaparkan, dari berbagai kajian data yang dilakukan DPK Sumenep, penting dilakukan kajian ulang terhadap system zonasi yang menggunakan dasar wilayah administrative bukan wilayah geografis.

Baca Juga :  Semarak Akhir Sanah, Yayasan Al-Ghazali Batang-Batang Menggelar JJS Akbar dan Bazar Kuliner Tradisional

”Maka dari itu, DPK Sumenep memberikan saran dan rekomendasi untuk Pembenahan atau Perbaikan antara lain, Kepala sekolah yang masih di jabat PLT segera didepinitifkan apabila memenuhi persyaratan. Jarak rumah kepala sekolah dengan tempat penugasan (sekolah) lebih memprioritaskan kepalah sekolah terdekat,” tegasnya.

Lebih jauh, pemenuhan dan pemerataan guru (PNS/PPPK) di semua satuan pendidikan penting disegerakan. Termasuk juga, Peran komite sekolah yang tidak begitu aktif, butuh pembinaan dan penyegaran kembali. Selain itu, jarak antara sekolah SD dengan MI yang berdekatan (Dikepung MI), harus melakukan koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan Kementerian Agama lebih-lebih setiap menjelang PBDB.

”Dalam hal pemenuhan sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai atau kurang representative perlu Dinas Pendidikan menerbitkan regulasi / diskresi penggunaan dana Bos dan lain-lain,” terangnya.

Baca Juga :  Ada yang Baru pada Reuni Ikatan Keluarga Besar Alumni UPN "Veteran" Yogyakarta

Sementara, terkait dengan kegiatan Rapat Koordinasi Dewan Pendidikan se Indonesia, DPK Sumenep mendorong dan ikut serta dalam pembentukan FKDP Kabupaten Kota se Indonesia. Rekomendasi DPK Sumenep dalam Rakor DP Kab. Kota se Indonesia; RUU Sisdiknas harus dikaji ulang, guru dan Komite Sekolah harus terlegal formalkan, kembalikan bunyi pasal 127 ayat 1-10 yang tertuang dalam draf RUU versi April 2022, kembalikan bunyi pasal 56 UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, dan Dewan Pendidikan Kab. Sumenep akan terus konsisten memperjuangkan hak profesional yang melekat dalam diri guru dan Komite Sekolah.

Sementara, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dibutuhkan sinergi semua pihaknya. Menurutnya, pembenahan dalam dunia pendidikan harus dilakukan secara cermat dan berkelanjutan.

“Semua usulan dari DPK Sumenep akan kita sampaikan ke OPD terkait. Dan memang, pembenahan di lingkungan dinas pendidikan harus dilakukan dengan cermat. Tidak boleh terburu-buru. Harus ada pendekatan yang tepat dalam melakukan pemberdayaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Gandeng PAUD Nyemuh, Kelompok 47 KKN 108 UIN SUKA Mengadakan Sekolah Alam

Bupati Fauzi juga menegaskan komitmen dirinya untuk selalu melakukan peningkatan kapasitas dan kapabilitas Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

“Saya sering sampaikan pada kepala OPD untuk melakukan pendekatan yang tepat dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan. Tidak ada kata tidak bisa. Semuanya bisa. Tinggal kecermatan dan optimisme kita dalam memajukan Sumenep,” jelas politisi PDIP itu.

Selain itu, penting untuk duduk bersama antara Dinas Pendidikan dan Kemenag Sumenep, sehingga tidak ada tumpang tindih lembah di tingkat bawah.

”Semua ini, akan segera kami komunikasikan dengan Dinas terkait. Sekali lagi, tidak ada kata tidak bisa, tetapi bisa. Agar tersimpan dalam memory kita bahwa memiliki optimisme tinggi untuk kemajuan pendidikan di Sumenep,” pungkasnya.(*)


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Universitas Brawijaya Malang Berjaya, Dua Mahasiswanya Ukir Prestasi NUDC 2024
SMA UII Bersama Dosen FBSB UNY Lakukan Penguatan Literasi Teks Sastra
Kemenag RI Beri Restu INSTIKA-Universitas Annuqayah Menyatu
Terus Berbenah, Universitas Annuqayah Libatkan Banyak Pihak Bahas Rencana Strategis
Cegah Komersialisasi Pendidikan, BEM KM UTM Gelar Mimbar Bebas dan Tabur Bunga
Bagi Kadisdik Agus Hardiknas Merupakan Momentum Tepat untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sumenep
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra Apresiasi Prestasi Hairullah Guru SDN Pangarangan 3 Pengarang Buku ‘Lagu Ini Untukmu’
Rawat Persatuan Pasca Putusan MK, DEMA UIN: Rekonsiliasi Rajut Tenun Kebangsaan

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 06:35 WIB

Universitas Brawijaya Malang Berjaya, Dua Mahasiswanya Ukir Prestasi NUDC 2024

Rabu, 12 Juni 2024 - 14:00 WIB

SMA UII Bersama Dosen FBSB UNY Lakukan Penguatan Literasi Teks Sastra

Senin, 10 Juni 2024 - 09:00 WIB

Kemenag RI Beri Restu INSTIKA-Universitas Annuqayah Menyatu

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:10 WIB

Terus Berbenah, Universitas Annuqayah Libatkan Banyak Pihak Bahas Rencana Strategis

Selasa, 21 Mei 2024 - 19:00 WIB

Cegah Komersialisasi Pendidikan, BEM KM UTM Gelar Mimbar Bebas dan Tabur Bunga

Kamis, 2 Mei 2024 - 15:03 WIB

Bagi Kadisdik Agus Hardiknas Merupakan Momentum Tepat untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sumenep

Kamis, 2 Mei 2024 - 07:00 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra Apresiasi Prestasi Hairullah Guru SDN Pangarangan 3 Pengarang Buku ‘Lagu Ini Untukmu’

Selasa, 30 April 2024 - 09:37 WIB

Rawat Persatuan Pasca Putusan MK, DEMA UIN: Rekonsiliasi Rajut Tenun Kebangsaan

Berita Terbaru

Anggun Cahyaningrum (Foto: dokumen pribadi)

Budaya

Rokat Pandhaba: Identitas Budaya yang Masih Terjaga

Jumat, 14 Jun 2024 - 13:11 WIB