Menyoal Kontroversi Pembelian Pesawat Boeing Bekas

Redaksi Nolesa

Rabu, 19 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Panji Aditya Pranata*


Pembelian Pesawat Boeing bekas dengan nilai hampir menyentuh 1 T merupakan hal yang belum mendesak di lakukan saat ini. Di tengah kondisi ekonomi dan hutang negara yang meningkat ini merupakan sesuatu yang menambah beban negara.

Ini merupakan bentuk pemborosan anggaran di tahun politik dan meningkatnya hutang negara. Pada data di bulan maret tahun 2023 hutang negara mencapai 7.879 T. meningkat 3,2 kali lipat dari tahun 2014.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seharusnya negara memikirkan bagaimana cara nya melunasi hutangnya yang melonjak, bukan malah menghabiskan anggaran dengan membeli sesuatu yang tidak mendesak untuk saat ini.

Kalau kita lihat dari statmen Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho ada beberapa sebab kenapa harus membeli pesawat boeing ini.

Baca Juga :  Peluang dan Tantangan Parawisata Syariah di Indonesia

Pertama, seperti mobilisasi pasukan, menunjang prosesi jalan nya pemilu, Distribusi bantuan kemanusiaan. hingga sebagai angkutan logistik dan barang berbahaya dalam jumlah besar secara cepat menuju daerah tujuan.

Menurut penulis, dari semua keterangan itu belum cukup kuat alasan nya melihat kondisi keuangan dan utang negara saat ini.

Jika dikaitkan dengan tahun pemilu, kita lihat dari pemilu sebelumnya ini merupakan dinamika yang tidak terlalu mendesak. Terkecuali di wilayah yang rawan, menurut saya bisa di penuhi dengan sewa pesawat atau bisa memanfaatkan fasilitas lain yg di punyai TNI dengan melakukan kerja sama. Toh, bicara keamanan pemilu bukan cuma jadi tanggung jawab polri tapi jadi tanggung jawab semua.

Baca Juga :  Pesantren di Era Digital: Sebuah Catatan Sederhana

Apa salah nya jika Polri makukan kerja sama saja dengan instansi terkait yang memiliki peralatan dan akomodasi tersebut.

Kalau pun untuk akomodasi besar besaran, apakah itu dilakukan setiap hari? Sedangkan setau saya kepolisian memiliki polda di setiap daerah? kenapa tidak memanfaatkan polda di daerah terus gunanya polda apa?


Jangan sampai pembelian pesawat ini merupakan akal akalan Polri sehingga pesawat ini menjadi fasilitas mewah mewahan untuk petinggi polri. 


Kalau kita lihat dari anggaran polri pada tahun 2023 mendapatkan anggaran 111 Triliun dan pernyataan kompolnas pada hut bhayangkara lalu kompolnas selalu menyuarakan bahwasanya anggaran polri yg mencapai 111 triliun itu kurang.

Analisa nya dengan anggaran sebesar ini ketika di nilai kurang kenapa harus membeli pesawat bekas yg nilai nya 1 T kenapa nggak memanfaatkan anggaran untuk menunjang kesejahteraan anggota yang bertugas dalam menyambut tahun politik. Jangan sampai pembelian pesawat ini merupakan akal akalan Polri sehingga pesawat ini menjadi fasilitas mewah mewahan untuk petinggi polri.

Baca Juga :  Mengutamakan Implementasi

Banyak skala prioritas yang harus di lakukan di tahun politik ini. Apa lagi kita lihat hutang negara yang melonjak tinggi. Kalau kita kalkulasi hari ini setiap kepala rakyat Indonesia saat ini menanggung hutang 28,7 juta dan pemborosan anggaran jangan lagi terjadi untuk saat ini. Fokus saja pada apa yg menjadi skala prioritas. Jangan menghambur hamburkan uang negara untuk membeli sesuatu yg tidak mendesak.


*Panji Aditya Pranata Wakil Ketua AMHTN-SI

Berita Terkait

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?
Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI
Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata
Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial
Gerak Batin Ekoteologi
Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam: Sebuah Kolaborasi Komplomentatif
Pelantikan PCNU Sumenep 2026: Sebuah Catatan Sederhana
Pintu Kampus Tertutup bagi Si Miskin

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:31 WIB

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:59 WIB

Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:26 WIB

Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:11 WIB

Gerak Batin Ekoteologi

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM

Resensi Buku

Pahlawan Gagal, Refleksi dari Avengers: Endgame

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:44 WIB

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono (Foto: Istimewa)

Politik

Mesin Banteng Ponorogo Dipanaskan, Target Kursi DPRD Ditambah

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:10 WIB