Connect with us

Puisi

Azalea

Mahfudz

Published

on

Ilustrasi matahari dan senja (pixabay)

Ketika matahari menanggalkan kehangatannya di pucuk senja

Angin bumi meniupkan sebuah cerita cinta, kisah mu

Perempuan paruh baya itu pun ikut bertanya tentangmu padaku

Bagaimana mungkin ada orang yang begitu manis untuk melukis lintang semesta indah pada hatiku yang cukup lama beristirahat dari peliknya percintaan, Kemudian menghantarkan ku pada dermaga kerinduan dan air mata?

Baca Juga :  Puisi Puisi Nurhidayah Tanjung

Aku menjawab;

Dia adalah ilustrasi keindahan hawa yang mana terselip keindahan pelangi dalam senyumnya.

Baca Juga :  Kumpulan Puisi Ramana Lingga Ardi (RLA)

Dia adalah jalan panjang dimana aku bisa memulai hari, dan tenda hangat yang bisa mengistirahatkan ragaku ketika dingin malam menyapa.

Dia adalah seseorang yang bisa membuat ku yakin untuk menembus kegigilan hujan hanya untuk memastikan dia pulang dalam keadaan aman.

Baca Juga :  Petikan Gitar Terakhir - Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

Dia adalah tawa, tangis, rindu, benci dan segala manifestasi dari kehidupan ini.

Dia adalah kehangatan, cinta, kisah kasih, dan kekecewaan

Dia adalah….

Air mata,

Yogyakarta, 6 Januari 2023

Mahfudz. Pria kelahiran 2000 ini tinggal di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Saat ini, dia sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta. Hobi menulis puisi ia tekuni sejak duduk di bangku Tsanawiyah, Pondok pesantren Nurul Muchlishin. IG: @xmahfudz__

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending