Tabayyun untuk Menangkal Hoax

Redaksi Nolesa

Jumat, 14 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Alfie Mahrezie Cemal*)


Bukan saja soal kabar diskriminasi di SMAN 2 Depok yang belakangan ini diketahui hoax. Kabar tentang ijazah palsu Presiden Jokowi yang dihembuskan oleh Bambang Tri Mulyono dan Dr. Tifa ternyata juga tak lebih dari sekadar isu sensasional-politis yang sama sekali tidak memiliki dasar yang jelas.

Buktinya, Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Prof. Ova Emilia menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Prof. Emilia, berdasarkan data yang dimiliki oleh UGM, Presiden Jokowi tercatat sebagai alumni Prodi S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada tahun 1980 yang kemudian lulus pada tahun 1985.

Pernyataan Prof. Ova itu kiranya sudah cukup untuk membuktikan bahwa tuduhan ijazah Presiden Jokowi palsu tidaklah benar.

Sebab, jika memang ijazah Presiden Jokowi palsu, tidak mungkin UGM mengakui ijazah Presiden Jokowi itu asli. UGM adalah universitas besar, tidak mungkin UGM ikut-ikutan melakukan pembohongan publik.

Baca Juga :  Puisi-Puisi Safrina Muzdhalifah

Jadi, tidak ada pemalsuan ijazah yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Ijazah yang kini dimiliki Presiden Jokowi sebagai lulusan FK UGM itu adalah benar. Adapun berbagai tuduhan yang mengatakan bahwa ijazah Jokowi itu palsu, maka sebenarnya tuduhan itulah yang sebenarnya palsu.

Puncak gunung es

Fenomena pembohongan publik yang dilakukan oleh Bambang Tri Mulyono dan Dr. Tifa itu hanyalah sekelumit (puncak gunung es) dari sekian banyaknya pembohongan publik yang sampai pada kita. Sebelum-sebelumnya, sudah banyak – dan bahkan tak terhitung jumlahnya – hoax-hoax serupa yang beredar ke publik. Nahasnya, kita mempercayainya begitu saja.

Contoh, kasus ijazah palsu Presiden Jokowi, masih banyak yang mempercainya. Padahal, setelah ditelusuri, kabar itu adalah kabar bohong. Ia sengaja dimunculkan untuk merusak citra dan marwah Presiden Jokowi. Ini jelas bahwa ada kepentingan politis di balik isu ijazah palsu Presiden Jokowi itu.

Baca Juga :  Narasi Al-Qur'an dan Hermeneutika Sufi : Interpretasi Rumi terhadap Tokoh Pharaoh

Tabayyun sebagai solusi

Tabayyun adalah salah satu ajaran dari Islam yang mengajarkan kepada setiap pemeluknya agar senantiasa tidak mudah percaya dengan setiap informasi yang beredar tanpa memverifikasinya terlebih dahulu.

Dalam Surah Al-Hujara disebutkan bahwa, ”Dalam QS. Al-Hujarat 49:6 dijelaskan bahwa ” Jika ada seorang fasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.”

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas maka tabayyun dapat kita maknai sebagai sebuah upaya menggali sebuah informasi untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

Baca Juga :  Menyongsong Peradaban Politik Media Sosial yang Berkeadaban

Artinya, dalam menerima setiap informasi, kita tidak boleh menelan mentah-mentah setiap informasi yang ada.

Di tengah banjirnya informasi yang tidak jelas akar dan sumbernya, ajaran tabayyun itu kiranya sangat penting untuk dijadikan solusi untuk menyikapi setiap isu dan informasi yang kita ketahui.

Dengan kata lain, kita harus senantiasa waspada dan senantiasa melakukan verifikasi terhadap informasi-informasi yang ada agar kita mengetahui permasalahan yang sesungguhnya.

Dengan begitu, kita akan mengetahui sebuah masalah yang sedang beredar secara utuh. Sehingga, hal itu dapat menghindarkan kita dari prasangka buru (husnudzan) atau bahkan penghakiman sepihak yang berpeluang menimbulkan konflik.


*) Alfie Mahrezie Cemal, alumnus Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang

Editor: Farisi Aris

 

 

Berita Terkait

Penguatan Manajemen Logistik Kebencanaan dengan Ekosistem Digital: Transformasi Respons Kemanusiaan
Bohong Akut
Fenomena Air: Lebih Masalah, Kurang Juga Masalah
Eksaminasi Parate Eksekusi atas Penetapan Nilai Limit Lelang di Bawah Harga Pasar: Analisis Perlindungan Hukum terhadap Debitur
Cinta dan Kasih Sayang ala Nabi, Pondasi Meminimalisir Keretakan Rumah Tangga
Tambang di Sumenep: Antara Urusan Perut dan Lingkungan yang Absurd
MBG dan Potensi Gesekan Ekonomi di Pondok Pesantren
Menyelamatkan Bahasa Madura dari Ejaan yang Kocar-kacir

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 09:31 WIB

Penguatan Manajemen Logistik Kebencanaan dengan Ekosistem Digital: Transformasi Respons Kemanusiaan

Senin, 6 April 2026 - 15:50 WIB

Bohong Akut

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:15 WIB

Fenomena Air: Lebih Masalah, Kurang Juga Masalah

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:28 WIB

Eksaminasi Parate Eksekusi atas Penetapan Nilai Limit Lelang di Bawah Harga Pasar: Analisis Perlindungan Hukum terhadap Debitur

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:34 WIB

Cinta dan Kasih Sayang ala Nabi, Pondasi Meminimalisir Keretakan Rumah Tangga

Berita Terbaru

Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumenep, H. Hosnan Abrory naik sepeda ontel ke kantor DPRD Sumenep (Foto: Istimewa)

Daerah

Aksi Nyata Fraksi PDIP DPRD Sumenep Dorong Penghematan BBM

Jumat, 17 Apr 2026 - 16:25 WIB

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah (Foto: Istimewa)

Politik

Said Abdullah Tegaskan Kedekatan PDIP Jatim dengan NU

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:45 WIB