Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan

Redaksi Nolesa

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa (Foto: Instimewa)

Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa (Foto: Instimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Meningkatnya kasus Influenza A di sejumlah wilayah mendapat perhatian Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa.

LegisIator PKB ini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

Menurut Neng Eem, penguatan kapasitas layanan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah pasien. Kelompok rentan, terutama balita dan lanjut usia, dinilai perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko lebih besar ketika mengalami infeksi saluran pernapasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendapat informasi adanya peningkatan kasus Influenza A di masyarakat. Kondisi ini perlu direspons dengan memperkuat pelayanan kesehatan dan kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien yang terinfeksi harus jadi prioritas,” ujar Neng Eem di Jakarta, Kamis kemarin, 24 September 2026.

Ia juga mendorong Kemenkes memperkuat mekanisme surveilans dan deteksi dini. Selain itu, ketersediaan obat serta kesiapan tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) harus dipastikan agar penanganan pasien dapat dilakukan sejak awal.

Baca Juga :  Meskipun Bukan Peserta BPJS, Masyarakat Bisa Nikmati Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Langkah tersebut penting untuk mencegah peningkatan kasus berkembang menjadi kondisi yang membebani kapasitas rumah sakit.

“Jangan sampai peningkatan kasus membuat fasilitas kesehatan kewalahan. Pemerintah harus memastikan kesiapan layanan kesehatan mulai dari tingkat pertama hingga rumah sakit dalam melakukan deteksi dan penanganan pasien,” katanya.

Neng Eem turut menyoroti perkembangan data Kemenkes hingga pekan ke-36 atau 19 September 2026. Berdasarkan data tersebut, proporsi spesimen yang dinyatakan positif influenza mencapai 46 persen. Dari 86 spesimen positif yang diperiksa, sebagian besar merupakan Influenza A(H1N1)pdm09.

Data yang sama menunjukkan sekitar 42 persen penderita berasal dari kelompok balita berusia 0 hingga 4 tahun.

Baca Juga :  Dalam Suasana Lebaran, Ketum PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno

Menurut Neng Eem, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kelompok usia yang rentan. Ia meminta pemerintah memastikan akses pemeriksaan dan penanganan medis dapat diperoleh secara cepat ketika anak-anak maupun lansia mengalami gejala.

“Anak-anak dan lansia harus menjadi perhatian khusus karena termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan ekstra. Pemerintah harus memastikan mereka mendapatkan akses pemeriksaan dan penanganan yang cepat,” tegasnya.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak berlebihan dalam merespons peningkatan kasus. Neng Eem mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali gejala yang dapat muncul, seperti demam tinggi, menggigil, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan atau sesak napas.

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta protokol kesehatan juga dinilai perlu kembali diperkuat, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah yang menjadi tempat terjadinya interaksi intensif.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sampaikan Hal Penting dalam Sidang Kabinet Paripurna

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan melalui pola hidup bersih dan sehat. Jika mengalami gejala berat atau kondisi memburuk, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Selain memperkuat layanan medis, Neng Eem meminta pemerintah meningkatkan komunikasi publik terkait Influenza A. Informasi mengenai gejala, pencegahan, dan perbedaan antara influenza musiman dengan infeksi Influenza A perlu disampaikan secara luas melalui kanal informasi resmi.

Ia menilai penyampaian informasi yang jelas dan berbasis data dapat membantu masyarakat menghindari informasi yang keliru sekaligus mengetahui kapan harus mendapatkan pertolongan medis.

“Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai gejala dan pencegahan Influenza A. Edukasi publik yang cepat akan membantu warga mengambil keputusan medis yang tepat,” pungkas Neng Eem.(arif/ra)

Berita Terkait

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Senin, 28 September 2026 - 17:25 WIB

Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan

Kamis, 24 September 2026 - 13:37 WIB

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Kamis, 24 September 2026 - 13:24 WIB

Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri

Rabu, 16 September 2026 - 11:02 WIB

BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando

Berita Terbaru

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim menerima piagam penghargaan Syariah Award Jawa Timur dari Wagub Emil (Foto: Istimewa)

Daerah

Tiga Piala untuk Sumenep

Senin, 28 Sep 2026 - 19:01 WIB

Novita Hardini (Foto: Istimewa)

Nasional

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Senin, 28 Sep 2026 - 17:43 WIB

Awal Oktober, Turnamen Sepakbola Antar SD Sumenep Digelar (Foto: Istimewa

Daerah

Awal Oktober, Turnamen Sepakbola Antar SD Sumenep Digelar

Senin, 28 Sep 2026 - 17:05 WIB