JAKARTA, NOLESA.COM – Meningkatnya kasus Influenza A di sejumlah wilayah mendapat perhatian Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa.
LegisIator PKB ini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
Menurut Neng Eem, penguatan kapasitas layanan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah pasien. Kelompok rentan, terutama balita dan lanjut usia, dinilai perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko lebih besar ketika mengalami infeksi saluran pernapasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mendapat informasi adanya peningkatan kasus Influenza A di masyarakat. Kondisi ini perlu direspons dengan memperkuat pelayanan kesehatan dan kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien yang terinfeksi harus jadi prioritas,” ujar Neng Eem di Jakarta, Kamis kemarin, 24 September 2026.
Ia juga mendorong Kemenkes memperkuat mekanisme surveilans dan deteksi dini. Selain itu, ketersediaan obat serta kesiapan tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) harus dipastikan agar penanganan pasien dapat dilakukan sejak awal.
Langkah tersebut penting untuk mencegah peningkatan kasus berkembang menjadi kondisi yang membebani kapasitas rumah sakit.
“Jangan sampai peningkatan kasus membuat fasilitas kesehatan kewalahan. Pemerintah harus memastikan kesiapan layanan kesehatan mulai dari tingkat pertama hingga rumah sakit dalam melakukan deteksi dan penanganan pasien,” katanya.
Neng Eem turut menyoroti perkembangan data Kemenkes hingga pekan ke-36 atau 19 September 2026. Berdasarkan data tersebut, proporsi spesimen yang dinyatakan positif influenza mencapai 46 persen. Dari 86 spesimen positif yang diperiksa, sebagian besar merupakan Influenza A(H1N1)pdm09.
Data yang sama menunjukkan sekitar 42 persen penderita berasal dari kelompok balita berusia 0 hingga 4 tahun.
Menurut Neng Eem, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kelompok usia yang rentan. Ia meminta pemerintah memastikan akses pemeriksaan dan penanganan medis dapat diperoleh secara cepat ketika anak-anak maupun lansia mengalami gejala.
“Anak-anak dan lansia harus menjadi perhatian khusus karena termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan ekstra. Pemerintah harus memastikan mereka mendapatkan akses pemeriksaan dan penanganan yang cepat,” tegasnya.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak berlebihan dalam merespons peningkatan kasus. Neng Eem mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali gejala yang dapat muncul, seperti demam tinggi, menggigil, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan atau sesak napas.
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta protokol kesehatan juga dinilai perlu kembali diperkuat, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah yang menjadi tempat terjadinya interaksi intensif.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan melalui pola hidup bersih dan sehat. Jika mengalami gejala berat atau kondisi memburuk, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tuturnya.
Selain memperkuat layanan medis, Neng Eem meminta pemerintah meningkatkan komunikasi publik terkait Influenza A. Informasi mengenai gejala, pencegahan, dan perbedaan antara influenza musiman dengan infeksi Influenza A perlu disampaikan secara luas melalui kanal informasi resmi.
Ia menilai penyampaian informasi yang jelas dan berbasis data dapat membantu masyarakat menghindari informasi yang keliru sekaligus mengetahui kapan harus mendapatkan pertolongan medis.
“Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai gejala dan pencegahan Influenza A. Edukasi publik yang cepat akan membantu warga mengambil keputusan medis yang tepat,” pungkas Neng Eem.(arif/ra)






