Pendaki FOMO: Saat Foto Lebih Penting daripada Keselamatan

Redaksi Nolesa

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Oleh | Ahmad Agil Saputro

OPINI, NOLESA.COM – Gunung kini bukan lagi sekadar tempat pelarian bagi mereka yang mencari ketenangan atau pencinta alam sejati. Sejak media sosial merajai keseharian kita, puncak-puncak gunung mendadak berubah fungsi menjadi latar belakang konten demi eksistensi digital.

Dari sinilah lahir tren baru yang akrab disebut Pendaki FOMO (Fear of Missing Out) orang-orang yang nekat mendaki gunung cuma karena takut ketinggalan tren dan lapar akan pengakuan di dunia maya. Sayangnya, ambisi berburu foto (selfie) estetik sering kali membutakan mata mereka dari satu hal paling krusial: keselamatan (safety).

Di lapangan, logika para pendaki FOMO ini sering kali bergeser demi sebuah kata bernama “konten”. Demi mendapatkan sudut foto yang dramatis dan panen likes, tidak sedikit dari mereka yang nekat melanggar aturan.

Mulai dari melewati tali pembatas, berdiri di bibir jurang yang rapuh, hingga memaksakan diri berswafoto di puncak saat cuaca buruk melanda. Parahnya lagi, kostum yang dipilih kadang lebih mementingkan aspek “modis” daripada fungsi.

Mengenakan pakaian tipis tanpa jaket windbreaker atau memakai sepatu kasual yang licin di medan terjal seolah menjadi hal biasa, asalkan terlihat keren saat masuk fyp ( for your page ) TikTok atau feed Instagram.

Baca Juga :  Perlu Bersepakat untuk Kondusif

Fenomena “minim persiapan, maksimalkan gaya” ini jelas menjadi bom waktu. Banyak pendaki pemula meremehkan medan dengan modal nekat karena melihat orang lain di media sosial tampak mudah menaklukkannya.

Alhasil, mereka buta jalur, tidak paham manajemen logistik, dan mengabaikan kondisi fisik sendiri. Imbasnya tidak main-main; angka kecelakaan pendakian mulai dari hipotermia, tersesat, cedera, hingga korban jiwa terus melonjak.

Tugas Tim SAR dan petugas pos pendakian pun jadi berkali-kali lipat lebih berat hanya karena harus mengevakuasi pendaki yang ceroboh demi sebuah foto.

Sebenarnya, tidak ada yang melarang siapa pun untuk mengabadikan momen di atas gunung. Berbagi keindahan alam di media sosial adalah hal yang sah-sah saja.

Baca Juga :  Demokrat dan Optimisme Prabowo

Namun, satu hal yang harus diingat: alam tidak pernah berkompromi dengan kebodohan manusia. Puncak gunung itu hanyalah bonus, sementara tujuan utama dari setiap pendakian adalah pulang ke rumah dengan selamat. Jadi, sebelum mengemas kerendahan hati ke dalam tas gunungmu, ubah dulu pola pikirmu: safety first, content later. Jangan sampai foto terakhirmu di gunung justru menjadi kenangan terakhir bagi orang-orang tercinta.

*) Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi FKIP Universitas Sebelas Maret

Berita Terkait

Bedah Buku “Tanah Kerontang dI Madura”
Psychological Safety
Sumenep Tak Kekurangan Pesantren, Mengapa Pemudanya Mencari Ruang Lain?
Muktamar ke-35 NU: Ujian Dialektis Pendewasaan Organisasi
Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin
Desa Tangguh Bencana
Pentingnya Pengelolaan Kesehatan dan Ketahanan Mental Bagi Gen Z dalam Strategi Membangun Masa Depan Menurut Pandangan Islam
ASN Belajar dan Spirit Bulan Muharram: Hijrah Menuju Keberdampakan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Bedah Buku “Tanah Kerontang dI Madura”

Rabu, 16 September 2026 - 15:52 WIB

Psychological Safety

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Sumenep Tak Kekurangan Pesantren, Mengapa Pemudanya Mencari Ruang Lain?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Muktamar ke-35 NU: Ujian Dialektis Pendewasaan Organisasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Bedah Buku “Tanah Kerontang dI Madura”

Selasa, 6 Okt 2026 - 13:06 WIB

Warga Desa Langsar tertib mengantre untuk menerima bantuan air bersih dari BAZNAS Sumenep (Foto: Istimewa)

Lain-Lain

Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Langsar

Selasa, 6 Okt 2026 - 07:36 WIB

(for NOLESA.COM)

Resensi

Rahasia Tenang dalam Setiap Keadaan

Minggu, 4 Okt 2026 - 15:28 WIB