PEKANBARU, NOLESA.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menyampaikan bahwa Pemprov Riau menegaskan komitmennya menghadirkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026-2027 yang bersih, transparan, dan berkeadilan.
Selain itu Sekdaprov Riau Syahrial Abdi mengungkapkan bahwa Pemprov akan memperkuat digitalisasi layanan, pemerintah juga berupaya memastikan seluruh anak di Riau tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Tak hanya itu, Syahrial Abdi, mengatakan terdapat tiga komitmen utama yang menjadi fokus Pemprov Riau dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk mewujudkan hal tersebut, ada tiga komitmen besar pada tahun pelajaran 2026-2027 ini yang harus kita deklarasikan bersama agar saling memahami dan mengawasi. Pertama, memastikan seluruh proses berdasarkan sistem yang berlaku,” kata Syahrial di Balai Serindit, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Kamis kemarin, 4 Juni 2026.
Menurutnya, berbagai penyempurnaan telah dilakukan guna menjawab tantangan yang muncul dalam pelaksanaan penerimaan murid baru. Pembenahan dilakukan mulai dari proses layanan, pengembangan aplikasi, hingga penguatan sistem digital agar semakin mudah diakses masyarakat.
“Kita telah melakukan perbaikan proses, pembenahan aplikasi, serta peningkatan digitalisasi secara dinamis untuk menjawab tantangan di lapangan. Kami telah menyediakan berbagai jalur resmi seperti jalur prestasi, afirmasi, domisili, dan mutasi,” jelasnya.
Syahrial menegaskan seluruh jalur penerimaan tersebut dirancang dalam satu sistem yang menjunjung prinsip keadilan dan kesempatan yang setara bagi seluruh calon murid.
“Seluruh jalur ini telah ditetapkan dalam satu kesatuan sistem untuk mewujudkan keadilan. Tidak boleh ada perlakuan khusus dan intervensi dalam bentuk apa pun yang mencederai prinsip keadilan ini,” tegasnya.
Komitmen kedua, lanjut Syahrial, adalah menjaga integritas seluruh penyelenggara SPMB. Untuk itu, pemerintah meminta seluruh kepala sekolah, panitia, operator aplikasi, pengawas, hingga jajaran Cabang Dinas Pendidikan bekerja secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab.
“Komitmen kedua, menjaga integritas seluruh penyelenggara SPMB. Kami meminta seluruh kepala sekolah, panitia, operator aplikasi, pengawas, hingga jajaran Cabang Dinas Pendidikan untuk bekerja secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada ruang bagi praktik manipulasi data, penyalahgunaan kewenangan, pungutan liar, maupun tindakan curang lainnya yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.
“Jangan membuka ruang bagi manipulasi data, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, maupun praktik curang lainnya yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru,” katanya.
Selain melakukan pembenahan internal, Pemprov Riau juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan SPMB sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami membenahi internal secara struktural, namun kami juga memohon pemahaman dari pihak eksternal agar dapat berkoordinasi melalui koridor hukum yang berlaku demi menjaga integritas ini,” tutur Syahrial.
Komitmen ketiga adalah memastikan seluruh anak di Provinsi Riau tetap memperoleh akses pendidikan. Menurutnya, keterbatasan daya tampung sekolah negeri masih menjadi tantangan yang harus diatasi bersama.
“Ketiga, kita harus memastikan seluruh anak Riau tetap memperoleh akses pendidikan. Tren saat ini membuat sebagian orang tua hanya menginginkan sekolah negeri tertentu bagi anaknya. Padahal, jumlah lulusan setiap tahun belum sebanding dengan daya tampung sekolah negeri yang tersedia,” terangnya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemprov Riau telah berdiskusi dengan berbagai sekolah swasta dan yayasan pendidikan guna memperluas akses layanan pendidikan bagi lulusan SMP sederajat.
“Kami telah berdiskusi dengan sekolah swasta dan penyelenggara pendidikan lainnya. Karena itu, Pemprov Riau tidak hanya berkomitmen menghadirkan SPMB yang bersih dan transparan, tetapi juga memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,” ucapnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Riau bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Dinas Pendidikan terus menambah Unit Sekolah Baru (USB) serta merevitalisasi ruang kelas guna meningkatkan kapasitas layanan pendidikan.
“Kita gencar menambah Unit Sekolah Baru serta melakukan revitalisasi ruang kelas. Kami juga telah bertemu dengan Direktorat Jenderal Pendidikan dan alhamdulillah perhatian untuk Riau pada tahun ini dan 2027 semakin meningkat,” tutup Sekdaprov Riau. (*)
Penulis : Arif









