Urat Malu Putus
Datang seperti anjing-anjing yang rakus
Meminta ini dan itu tanpa tahu malu
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak sungkan menebar kebencian di kalangan sendiri
Badan sudah bau tanah masih saja berani menampakkan diri
Akal sudah dangkal di tambah lagi racikan yang hambar
Berkeliaran tanpa memakai sehelai benang pun di tengah kesukaran
Seakan-akan tersangka menjadi korban
Tampang yang terlihat lugu ternyata sebenarnya adalah seorang penipu handal
Dengan bangga mempersembahkan barang curian
Merasa paling benar
Jelas-jelas otak merekam semua percakapan panjang tanpa asal bunyi
Bantal guling tak cukup memuaskan hawa nafsu
Entah apa yang merasukinya
Setan pun ikut geleng-geleng akan perbuatannya
Dimana hal yang seperti ini sudah dinormalisasikan
Ketapang, 23 Mei 2026
Layu Sebelum Mekar di Atas Air
Si gesit berbaring tenang di atas permukaan air
Merangsang reaksi titik temu
Lihatlah tanda merah di pipi
Beberapa tanda juga dibuat dengan sekali tekan
Kecupan mesra dari segala arah
Sesekali kulit bersentuhan langsung dengan sinar ultraviolet
Memunculkan tindakan yang agresif dan impulsif
Melampaui batas jarak yang dibuat oleh para tetua
Memaksimalkan kerusakan sudah menjalar hingga ke ujung akar tanah
Layu sebelum mekar
Ketapang, 26 Mei 2026
Rotan Itu Nama Lain Kasih Ibu
Selalu melihat angka kembar, jika pulang telat ibu tak segan membawakan kayu rotan
Memberikan pelajaran kepada anaknya yang baru menginjak usia tujuh tahun
Ibu selalu memarahiku tak pernah bicara halus
Tak jarang menusuk telingaku
Tetapi hal ini dilakukan bukan karena ibu tak menyukaiku
Melainkan mendisiplinkan anak-anaknya sedari kecil
Ibu selalu memberikan pesan singkat
Agar mudah dikenang hingga masa tua nanti
Tangki cinta yang diberikan tak pernah kosong
Selalu meluber keluar dari zona nyaman
Ketapang, 27 Mei 2026
Gema yang Membelah Angkasa
Suara cambuk menggelengar membelah angkasa
Hati yang mengeras mengeluhkan tunggakan yang membengkak
Bukannya dinasihati pelan-pelan malah masuk lebih dalam
Mencari kesalahan di setiap sudut manapun itu
Menghindar dari kejaran para algojo
Menyegarkan pikiran dalam sepersekian detik
Ketapang, 27 Mei 2026
*) Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, KBA News, Madurapers, Mbludus.com, MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, Sanggam.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu(2020), Senandung Bait Cinta Pertama (2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu (2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap (2023), Simpul Rasa (2023), dan Aku di Garis Penantian(2024), Jejak Masa lalu (2025), dan Luka yang tak Bersuara (2025).









