Dari Pelosok Desa, Julhan Irfandi Membuktikan Pendidikan dapat Diperjuangkan

Redaksi Nolesa

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inspirasi, NOLESA.COM – Di sebuah desa di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, kehidupan berjalan sederhana. Akses pendidikan tidak selalu mudah, dan fasilitas belajar masih terbatas. Bagi banyak anak di daerah tersebut, melanjutkan pendidikan tinggi bukanlah hal yang pasti.

Dari tempat itulah perjalanan Julhan Irfandi dimulai, dengan langkah-langkah kecil yang perlahan membawanya menuju dunia yang lebih luas. Sejak masa sekolah, kesadaran muncul bahwa pendidikan memiliki arti penting untuk masa depan.

Meski buku tidak selalu lengkap, lingkungan belajar belum mendukung, dan informasi terbatas, ia tetap menanamkan niat untuk terus belajar. Usaha kecil demi kecil dijalankan dengan konsisten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari proses tersebut terbentuk kebiasaan untuk bertahan dan tidak mudah menyerah. Setiap keterbatasan menjadi dorongan untuk menemukan cara agar tetap maju.

Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan datang melalui jalur seleksi nasional. Program studi Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi menjadi pilihan yang dijalani dengan penuh tekad.

Namun tantangan baru muncul: biaya pendidikan menjadi kendala utama, sementara beasiswa belum diperoleh. Dalam situasi itu, pilihan untuk tetap bertahan menjadi keputusan yang tidak mudah. Selama masa kuliah, Julhan mencari berbagai peluang agar studinya tetap berlanjut.

Baca Juga :  Berikut Macam-macam Doa, Agar Dihindarkan dari Makanan Jahat

Salah satunya adalah mengikuti lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional. Awalnya hanya sebagai pengalaman, tetapi perlahan membuka peluang lebih besar. Berhasil menjadi finalis lomba itu kemudian mengantarkan pada Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).

Dukungan beasiswa tersebut membantu kelangsungan studinya hingga berhasil menyelesaikan sarjana. Dari pengalaman tersebut, terlihat bahwa kesempatan bisa datang dari hal-hal yang tidak terduga.

Ketertarikan pada bidang kesehatan mulai tumbuh ketika memahami bahwa masalah kesehatan tidak hanya berkaitan dengan layanan, tetapi juga data. Selama bekerja sebagai tenaga surveilans dan imunisasi, Julhan menyaksikan bagaimana data yang tidak akurat dapat berdampak nyata pada masyarakat.

Ia menemukan kasus bayi yang tercatat sudah menerima vaksin padahal belum. Kesalahan ini menyebabkan penanganan tidak tepat waktu. Dari pengalaman tersebut muncul pemahaman bahwa data kesehatan bukan sekadar angka, melainkan fondasi pengambilan keputusan.

Data yang tepat bisa menentukan langkah yang lebih akurat dalam pengendalian penyakit. Hal inilah yang mendorongnya untuk mendalami epidemiologi berbasis data. Kesadaran ini menjadi pijakan untuk melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Persiapan untuk studi lanjutan dilakukan dengan penuh kesungguhan. Tidak semua berjalan lancar, tetapi usaha tetap dijalankan. Kesempatan datang melalui Beasiswa LPDP.

Baca Juga :  IBM Foudation, Cara Orangnya Bupati Fauzi Beraksi

Studi dilanjutkan di Universitas Sebelas Maret dengan fokus pada Epidemiologi dan Biostatistik. Selama masa studi, pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Penelitian tesis yang dilakukan membahas perilaku ibu dalam imunisasi bayi dengan pendekatan Theory of Planned Behavior.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan imunisasi tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga oleh lingkungan dan sistem pelayanan kesehatan.

Selain itu, keterlibatan sebagai Research Assistant di Fakultas Kedokteran UNS memberikan pengalaman langsung dalam mengolah dan menganalisis data kesehatan.

Salah satu pengalaman yang membuka wawasan lebih luas adalah saat mengikuti konferensi internasional di Jepang.

Dalam forum tersebut, ia menyaksikan bagaimana berbagai negara memanfaatkan data kesehatan secara terintegrasi untuk pengambilan keputusan yang tepat. Teknologi modern dan analisis data menjadi kunci efektivitas program kesehatan.

Dari pengalaman ini, muncul pemahaman bahwa persoalan yang ditemui di lapangan bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari sistem yang lebih luas.

Konferensi itu menekankan bahwa penguatan sistem data kesehatan sangat penting. Data yang akurat membantu deteksi dini penyakit, perencanaan program, hingga evaluasi kebijakan. Hal ini memperkuat minatnya dalam pengembangan riset berbasis Big Data dan epidemiologi.

Perjalanan studi diselesaikan dengan predikat cumlaude dan IPK 3,98. Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi hasil proses panjang yang dijalani secara konsisten.

Baca Juga :  Institut Sains dan Teknologi Annuqayah Gelar Workshop Pembuatan Sabun

Setiap tahap memberikan pembelajaran dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang. Saat ini, Julhan bekerja di Kementerian Kesehatan RI melalui program Global Fund ATMR Tuberkulosis.

Pekerjaan yang dijalani erat kaitannya dengan penguatan data kesehatan dan pengendalian penyakit. Ilmu yang diperoleh selama studi diterapkan di lapangan, dan proses belajar pun tidak berhenti, karena setiap pengalaman memberi wawasan baru. Doa dan dukungan orang tua menjadi bagian penting perjalanan ini.

Perjalanan Julhan menunjukkan bahwa pendidikan dapat diperjuangkan meski dimulai dari kondisi sederhana. Langkah kecil yang konsisten dapat membuka jalan menuju peluang yang lebih luas.

Kesempatan tidak selalu datang dalam bentuk besar; terkadang berasal dari hal-hal kecil yang dijalani dengan sungguh-sungguh. Semangat untuk belajar, mencoba, dan bertahan ketika gagal adalah kunci perubahan. Anak-anak di pelosok desa bisa memulai dari apa yang mereka miliki saat ini.

Kisah ini bukan tentang perjalanan tanpa hambatan, namun tentang bagaimana keterbatasan bisa dilalui. Pendidikan membuka peluang meski berasal dari desa terpencil.

Anak-anak dari pelosok desa dapat melihat bahwa kesempatan selalu ada. Yang penting adalah tekad, kemauan belajar, dan konsistensi. Setiap langkah kecil membawa perubahan.

 

 

Penulis : Wail Arrifki

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

10 Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan, Nomor 5 Cocok untuk Cuaca Saat ini
Tak Semungil Bentuknya, Ternyata Jeruk Mandarin Kaya Vitamin
Dorong Sampah Bernilai Ekonomi
Dari Dunia Seni ke Panggung Politik dan Pengabdian
Mengenal Hak-Hak Perempuan, Apa Saja?
Sejarah dan Makna di Balik Patung Liberty
5 Cara Mengatasi Anak Terserang Campak
Mengemuka di Periode Kedua: M. Muhri, Legislator PKB Penjaga Aspirasi Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:25 WIB

Dari Pelosok Desa, Julhan Irfandi Membuktikan Pendidikan dapat Diperjuangkan

Kamis, 8 Januari 2026 - 03:23 WIB

10 Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan, Nomor 5 Cocok untuk Cuaca Saat ini

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:08 WIB

Tak Semungil Bentuknya, Ternyata Jeruk Mandarin Kaya Vitamin

Senin, 22 Desember 2025 - 12:12 WIB

Dorong Sampah Bernilai Ekonomi

Kamis, 13 November 2025 - 00:43 WIB

Dari Dunia Seni ke Panggung Politik dan Pengabdian

Berita Terbaru

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menabur bunga saat ziara ke Makam Bung Karno, Minggu, 29/3/2026 (Foto: Istimewa)

Nasional

Dalam Suasana Lebaran, Ketum PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno

Senin, 30 Mar 2026 - 15:24 WIB

Ketua Komisi III DPRD Sumenep Komitmen Kawal DAK 2026 (Foto: Humas DPRD Sumenep)

Daerah

Ketua Komisi III DPRD Sumenep Komitmen Kawal DAK 2026

Jumat, 27 Mar 2026 - 13:19 WIB

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo (foto: Ist)

Daerah

Terapkan WFH, Bupati Sumenep Jamin Pelayanan Tetap Optimal

Jumat, 27 Mar 2026 - 00:15 WIB