Sejarah dan Makna di Balik Patung Liberty

Redaksi Nolesa

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patung Liberty adalah salah satu monumen paling ikonik di dunia yang berdiri gagah di Pulau Liberty, New York, Amerika Serikat.

Dengan tinggi lebih dari 90 meter dari dasar hingga puncak obornya, patung ini bukan sekadar karya seni, melainkan juga simbol persahabatan, kebebasan, dan harapan.

Banyak orang mengenalnya sebagai lambang “American Dream,” tetapi sebenarnya kisah di balik lahirnya patung ini jauh lebih kaya dan penuh makna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Hadiah Persahabatan hingga Simbol Kebebasan

Patung Liberty pertama kali diresmikan pada 28 Oktober 1886. Ide awalnya datang dari Édouard René de Laboulaye, seorang sejarawan dan politikus asal Prancis.

Ia ingin menghadiahkan sesuatu kepada Amerika Serikat sebagai bentuk penghormatan atas kemerdekaan negara itu pada tahun 1776 serta persahabatan kedua bangsa.

Baca Juga :  Sering Ngantuk di Tempat Kerja, Ini Cara Mengatasinya!

Lebih dari itu, Laboulaye juga ingin menanamkan pesan tentang pentingnya kebebasan dan demokrasi, terutama di tengah situasi politik Prancis kala itu yang masih bergejolak.

Pematung Frédéric Auguste Bartholdi kemudian dipercaya untuk mewujudkan ide tersebut. Ia merancang sebuah patung perempuan dengan busana bergaya klasik Romawi, mengenakan mahkota dengan tujuh duri yang melambangkan tujuh benua dan tujuh lautan.

Di tangan kanannya, ia menggenggam obor yang menyala sebagai lambang pencerahan, sementara tangan kirinya memegang sebuah tablet bertuliskan “JULY IV MDCCLXXVI” atau 4 Juli 1776, tanggal deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat.

Tak kalah penting, di kakinya terdapat rantai yang putus—simbol berakhirnya penindasan dan lahirnya kebebasan.

Baca Juga :  Kesampaian Juga, Akhirnya Kiai Musleh Adnan Bertemu dengan Kru Mata Pena

Proses pembangunan patung ini cukup panjang. Bagian kepala dan obor pertama kali dipamerkan di Paris untuk menggalang dana. Rangka besi di dalamnya dirancang oleh Gustave Eiffel, insinyur yang kelak membangun Menara Eiffel.

Setelah selesai, patung raksasa itu dibongkar, dikirim dengan kapal ke Amerika dalam 350 potongan, lalu dirakit kembali di New York. Saat peresmiannya, Presiden Grover Cleveland menyebut patung ini sebagai “hadiah berharga dari bangsa Prancis kepada bangsa Amerika.”

Makna Patung Liberty tidak hanya berhenti pada simbol persahabatan dua negara. Seiring waktu, patung ini menjadi representasi kuat tentang kebebasan dan kesempatan.

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, jutaan imigran tiba di Amerika melalui Pulau Ellis yang terletak tak jauh dari patung ini.

Baca Juga :  Potret Semangat Gotong Royong Warga Masalembu

Bagi mereka, Patung Liberty adalah pemandangan pertama dari tanah baru yang penuh harapan. Gambaran seorang perempuan perkasa yang mengangkat obor di langit seakan menyambut mereka dengan pesan: “Kalian diterima di sini.”

Hingga kini, Patung Liberty tetap menjadi daya tarik wisata sekaligus simbol universal. Ia mengingatkan dunia bahwa kebebasan bukan sesuatu yang datang begitu saja, melainkan hasil perjuangan panjang.

Dalam konteks modern, maknanya pun semakin luas: kebebasan berpendapat, kesetaraan, hingga hak asasi manusia.

Dengan segala kisah di baliknya, Patung Liberty bukan sekadar patung besar yang berdiri di pelabuhan New York.

Ia adalah saksi bisu perjalanan sejarah, sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai kebebasan dan kemanusiaan harus terus dijaga lintas zaman.

Penulis : Wail Arrifki

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Pernah Jabat Ketua Cabang PMII dan GP Ansor, Kini Muhri Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep
Dari Pelosok Desa, Julhan Irfandi Membuktikan Pendidikan dapat Diperjuangkan
10 Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan, Nomor 5 Cocok untuk Cuaca Saat ini
Tak Semungil Bentuknya, Ternyata Jeruk Mandarin Kaya Vitamin
Dorong Sampah Bernilai Ekonomi
Dari Dunia Seni ke Panggung Politik dan Pengabdian
Mengenal Hak-Hak Perempuan, Apa Saja?
5 Cara Mengatasi Anak Terserang Campak

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 12:59 WIB

Pernah Jabat Ketua Cabang PMII dan GP Ansor, Kini Muhri Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:25 WIB

Dari Pelosok Desa, Julhan Irfandi Membuktikan Pendidikan dapat Diperjuangkan

Kamis, 8 Januari 2026 - 03:23 WIB

10 Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan, Nomor 5 Cocok untuk Cuaca Saat ini

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:08 WIB

Tak Semungil Bentuknya, Ternyata Jeruk Mandarin Kaya Vitamin

Senin, 22 Desember 2025 - 12:12 WIB

Dorong Sampah Bernilai Ekonomi

Berita Terbaru

Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumenep, H. Hosnan Abrory naik sepeda ontel ke kantor DPRD Sumenep (Foto: Istimewa)

Daerah

Aksi Nyata Fraksi PDIP DPRD Sumenep Dorong Penghematan BBM

Jumat, 17 Apr 2026 - 16:25 WIB

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah (Foto: Istimewa)

Politik

Said Abdullah Tegaskan Kedekatan PDIP Jatim dengan NU

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:45 WIB