Novita Hardini Dorong Penguatan UMKM Fesyen di Ponorogo

Redaksi Nolesa

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novita Hardini saat menghadiri workshop bertajuk Branding Subsektor Fesyen di Kabupaten Ponorogo, Sabtu, 13/12/2025 (Foto: Ist)

Novita Hardini saat menghadiri workshop bertajuk Branding Subsektor Fesyen di Kabupaten Ponorogo, Sabtu, 13/12/2025 (Foto: Ist)

PONOROGO, NOLESA.COM – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menghadiri workshop bertajuk “Branding Subsektor Fesyen” di Kabupaten Ponorogo yang digelar di Hotel Maesa Ponorogo, Sabtu, 13 Desember 2025.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan diikuti ratusan peserta yang sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Workshop tersebut difokuskan pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor fesyen, di Kabupaten Ponorogo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM dibekali pengetahuan terkait branding, inovasi produk, serta strategi pengembangan usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Momentum UMKM Indonesia di Kancah Internasional

Dalam sambutannya, Novita Hardini menegaskan komitmennya untuk mendorong pemberdayaan perempuan di Ponorogo melalui penguatan UMKM.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, keterlibatan perempuan dalam ekonomi kreatif tidak hanya berdampak pada peningkatan perekonomian daerah, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan keluarga.

“Saya punya harapan bagaimana perempuan di Ponorogo berdaya dan laki-lakinya juga punya kekuatan finansial lebih sehingga bisa menghidupi istri dan anak. Salah satu caranya kita datangkan Kemenkraf untuk bisa menghidupkan ekosistem kreatif yang ada di Ponorogo, dengan mentransferkan ilmu kreativitas kepada pelaku UMKM,” ujar Novita.

Legislator partai besutan Megawati Soekarnoputri itu juga menyoroti kerentanan perempuan terhadap ancaman kekerasan seksual.

Baca Juga :  Dalam Suasana Lebaran, Ketum PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno

Karena itu, ia mendorong perempuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui keterlibatan aktif dalam ekosistem ekonomi kreatif.

“Maka saya ajak seluruh perempuan untuk masuk dalam ekosistem ekraf. Sehingga mereka bisa membebaskan dirinya dari ancaman kekerasan seksual dengan memberdayakan dirinya sendiri,” jelasnya.

Novita turut mendorong para pelaku UMKM, khususnya perempuan, agar terus meningkatkan inovasi dan kualitas produk fesyen lokal, seperti tas bermotif Reog dan batik Reog, sehingga mampu naik kelas bahkan menembus pasar internasional.

Ia menilai Ponorogo memiliki modal besar dengan pengakuan Reog Ponorogo oleh UNESCO serta status Kabupaten Ponorogo sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ajak Para Pemimpin Negara G20 Tanam Pohon Mangrove di Tahura

Dengan potensi tersebut, Ponorogo dinilai memiliki peluang besar mengembangkan produk lokal ke tingkat global. Menurut Novita, manfaatnya tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi hingga ke masyarakat di wilayah terpencil.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif. Ia mendorong adanya pembagian peran yang jelas antara masyarakat dan pemerintah.

“Masyarakat difokuskan sebagai produsen, pemerintah sebagai pemasar. Harus ada yang mengelola melalui marketplace baik domestik atau internasional. Saya rasa kalau masyarakat dan pemda saling konsisten, ekosistem ekonomi kreatif akan semakin hidup,” kata Novita menutup penyampaiannya. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

HUT Ke-81 RI Diawali Doa dan Zikir Kebangsaan
Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945
Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot
PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun
Legislator PKB Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi El Nino, Jangan Sampai Target Produksi Pangan Terganggu
Novita Hardini Soroti Tata Kelola KEK Pariwisata, Nilai Perlindungan Hak Masyarakat Belum Optimal
Anggaran MBG 2027 Diprediksi Menyusut, Banggar DPR Jamin Kualitas Program Tetap Optimal

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:25 WIB

HUT Ke-81 RI Diawali Doa dan Zikir Kebangsaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:07 WIB

Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:33 WIB

PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:20 WIB

Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun

Berita Terbaru