SUMENEP, NOLESA.COM – Mahasiswa KKN Posko 43 Universitas Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Madura memperkenalkan teknologi sederhana Rocket Stove sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah di PP. Mis Annibros I, Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program unggulan KKN bertajuk Eco Annibros.
Program pembuatan Rocket Stove direalisasikan pada Senin 7 September 2026. Selain membuat tempat pembakaran sampah, mahasiswa juga memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi, staf madrasah, dan masyarakat mengenai prinsip kerja serta pemanfaatan teknologi tersebut.
Ketua KKN Posko 43, Ahmad Zainuallah, mengatakan program tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu operasional madrasah dalam menangani sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan limbah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memberikan penyuluhan tentang limbah sampah bahwa sampah perlu dikelola dengan tepat. Rocket Stove menjadi salah satu langkah alternatif untuk membantu proses pembakaran sampah dengan asap yang lebih minim,” ujar Zain, Minggu 13 September 2026.
Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan bersama. Selain pengolahan sampah, siswa dan masyarakat juga diajak memanfaatkan kembali barang bekas atau limbah yang masih dapat digunakan melalui kegiatan daur ulang.
“Memanfaatkan barang bekas atau limbah sampah yang masih dapat digunakan, siswa-siswi maupun masyarakat dapat mengkreasikan imajinasi mereka melalui daur ulang dan menjadi barang yang memiliki nilai, sekaligus mengurangi dampak pembakaran sampah terhadap lingkungan,” katanya.
Salah satu warga, Badri, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah. Ia turut membantu proses pembangunan Rocket Stove dengan menyediakan sejumlah peralatan, seperti cangkul, meteran, sendok semen atau cetok, gergaji, dan peralatan lainnya.
“Kegiatan ini sangat membantu dan bermanfaat bagi kami tentang cara mengelola sampah. TPS/Rocket Stove bisa menjadi media yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat,” ujar Badri.
Melalui program Eco Annibros, KKN Posko 43 berharap pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dapat terus diterapkan oleh siswa-siswi PP. Mis Annibros I dan masyarakat sekitar meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir. (*)
Penulis : Rifan Anshory









