Puisi-puisi Nida Nur Fadillah

Redaksi Nolesa

Selasa, 20 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Ritual Pagi yang Sunyi

adakalanya ia bosan

dengan ritual pagi yang itu itu saja

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

sarapan, bersalaman, dan meminta uang jajan.

pikirannya berlari ke masa silam

pagi ada cinta, kecupan, dan pelukan.

tapi apa daya

ia tak mampu menyumbang nada,

ia mengigit pasrah

saat waktunya berpisah,

dan ia harus menerima

tanpa mengajukan tanya

kala sang ayah membawa pulang wanita,

yang bukan ibunya.

Subang, 2025

Musim Gugur yang Tak Pernah Usai

ia mengeja namanya berulang-ulang

sesekali bertepuk tangan dengan riang.

angin yang penuh iba

Baca Juga :  Puisi-puisi Wail Arrifqi

menyapanya dengan cepat

di matanya tersimpan musim gugur

yang tak pernah usai

tentang asal-muasal

ia pernah tumbuh

dengan nyanyian dan tepuk tangan ibu

ah, rindu itu masih ada, tak pernah ke mana-mana.

Subang, 2025

Kelakar Kerinduan

Tuhan, aku ingin jalan-jalan

bersama kelakar kerinduan

yang dijual sembarangan,

di emperan pertokoan

di sudut-sudut gang yang terlarang

di beranda Instagram yang penuh bayang.

tapi, satu pun tak kugapai

sial!

Subang, 2024

Panggung Kepalsuan

Pementasan terhenti di tengah jalan,

seorang anak dipaksa selesai

diganti oleh orang dalam

ah, panggung kepalsuan.

penonton kehilangan suara

hanya saling bertatap mata

Baca Juga :  Puisi-Puisi Aris Setiyanto

bersikut lengan,

lalu tepuk tangan juga

sambil tertawa haha.

Subang, 2024

Tarian Duka

apa yang tepat tuk kuceritakan?

hatiku terombang-ambing

menjadi remah-remah di laut bebas,

serupa tarian duka

tercabik di sana dan di sini.

kupungut sesal pada karang

kulempar ke laut dalam,

menyemoga sabar

pertemukan hati dan sesal,

sebelum purnama datang.

Subang, 2024

*Nida Nur Fadillah lahir di Subang pada tahun 1999. Di awal tahun 2025, ia telah menyelesaikan studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ia aktf meneliti tentang puisi anak. Nida mendapatkan penghargaan sebagai Penulis Media Terbaik (karya puisi) dalam Langgam Pustaka Awards 2022. Puisi-puisinya tersiar di pelbagai media cetak dan digital.

Puisi-puisinya yang tersiar di media cetak, yakni di Pikiran Rakyat, Harian Rakyat Sulawesi Tenggara, Majalah PAKUBASA (Balai Bahasa Jabar), Bangka Pos, Kedaulatan Rakyat, Harian Bhirawa, Majalah Elipsis, Radar Cirebon, Malang Post, Radar Tasikmalaya. Adapun yang tayang di media online, yaitu di Kabar Madura, Gadanama, Kami Anak Pantai, Metafor, Tajdid, Salik, Nolesa, Takanta, Langgam Pustaka, dan Paberland. Buku antologi cerpen tunggalnya berjudul “Sebelum Dendam Memudar” LovRinz Publishing (2019). Instagram @nidanurfadillah.writer.

Editor : Wail Arrifqi

Berita Terkait

Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Khalil Satta Èlman
Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen
Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:24 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Senin, 22 Desember 2025 - 12:29 WIB

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:18 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 29 November 2025 - 11:42 WIB

Puisi-puisi Ahmad Rizal

Sabtu, 27 September 2025 - 11:19 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terbaru

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD (Foto: Istimewa)

Politik

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:29 WIB