Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Redaksi Nolesa

Senin, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puisi Amanda Amalia Putri (Ilustrasi/ist/nolesa.com)

Puisi Amanda Amalia Putri (Ilustrasi/ist/nolesa.com)

Monster

Bulu halus berumbai menutupi bagian yang tak kalah penting

Tawa licik menggelitik hati

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ribuan mata mengupas tuntas kasus urgensi

Mesin pencetak data memperjualbelikan hak distingtif

Sekurang-kurangnya per lembar dalam motif liquid

Mengheningkan gerutuan dari sikap manis yang amat dahsyat

Menginginkan kembalinya logika yang mungkin dapat menghilangkan ingatan

Berasumsi sebelum mengenali wajah-wajah perdana

Penilaian rasional cukup memecahkan kepala

Membongkar pasang perakitan barang kedaluwarsa

Ketapang, 06 Februari 2025

200

Semula bermula ketika kita tak lagi memerlukan sebuah perhatian

Pengorbanan telah tersingkirkan oleh sebuah pengkhianatan

Ingkar terhadap ketikan perintah

Dengan mudahnya kawat berduri menusukkan jarum tajamnya

Baca Juga :  Balas Pati-Puisi Amanda Amalia Putri

ke bagian-bagian tubuh yang tak terjangkau

Menyerahkan beberapa luka dalam

Menyebarkan asa yang menyangkut sebuah kesepemahaman

Kemungkinan besar menimbulkan kesalahpahaman

Merugikan pembawa pesan kematian

Kemudian yang terakhir hanya lebih perasa buatan

Larut dalam air yang tenang

Penghantar panas mengantarkan arus listrik yang tak bermuatan

Aliran terputus sebab sumbu kompor tak mau menyala

Ketapang, 17 September 2024

Bersemayam di atas Gundukan Tanah

Perairan sungai yang teduh menumbuhkan rasa kepedulian

terhadap tumbuhan liar yang kaya akan spiritualitas

Bunga teratai mekar dengan sempurna

Mewarnai latar belakang polos yang dekat dengan celah hitam

Bebatuan yang tinggal bersama makhluknya

Ingin menghuni lebih lama lagi

Hingga hanyut terbawa arus sungai yang mengusungnya kemana-mana

Baca Juga :  Renungan Puan di Ruang Kesunyian

Berniat mengosongkan kantong ajaib

Berisi bubuk glitter yang memancarkan aura cinta kasih

Melarang tak ada satupun yang menghilang dari garis rekonsiliasi

Ketapang, 17 September 2024

Rehabilitasi

Seseorang menilai baik dari hasil kesuksesan dalam menata siklus hidup

Semua tergantung dari perilaku sehari-hari yang dilakukan

Bisa di simpulkan bahwa masing-masing memiliki waktu untuk melakukan tugas per individu melalui jurnal harian

Akan dituntun secara perlahan, tentang bagaimana tanggapan refleksi diri

Satu-persatu akan paham dengan kemampuan memahami diri sendiri

Hidup yang singkat terasa sangat berat

Untuk pemula yang sedang berapi-api dalam tantangan memacu adrenalin

Penekanan batin terus-menerus melonjak dari pelosok negeri

Baca Juga :  Puisi-Puisi Nida Nur Fadillah

Situasi berbahaya bagi kesehatan mental

Sangat berbeda, jika memegang teguh prinsip yang diyakini sebagai titik utama

Dapat membantu menyegarkan pikiran dari pantulan bunyi yang diterima oleh beberapa pendengar

Pemutar audio dimanfaatkan sebagai gerakan terukur

Ketapang, 18 September 2024


Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi, 28 Februari 2004. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, Lamanriau.com, Madurapers, Mbludus.com, MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu(2020), Senandung Bait Cinta Pertama(2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu(2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap(2023), Simpul Rasa(2023), dan Aku di Garis Penantian(2024)

Editor : Wail Arrifqi

Berita Terkait

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Renata Xalisa Putri
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:38 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:36 WIB

Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 26 April 2026 - 15:24 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terbaru