Islam Nusantara sebagai Solusi

Redaksi Nolesa

Jumat, 23 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhammad Khalil*


Islam Nusantara merupakan konsep yang diusung untuk memahami dan menyikapi Islam di Indonesia secara lebih seimbang dan tidak terlalu kaku. Islam Nusantara menekankan pada pengakuan terhadap keberagaman dan kebermaknaan budaya-budaya yang ada di Indonesia, serta menghargai keberagaman yang terdapat dalam masyarakat Indonesia.

Merujuk pada fakta sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara yang disebutnya “dengan cara pendekatan budaya, tidak dengan doktrin yang kaku dan keras. Sebaliknya, Islam didakwahkan dengan cara merangkul budaya, melestarikan budaya, menghormati budaya, bukan memberangus budaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita sama-sama tahu dan sadar bahwa ajaran Islam yang dibawa sejak awal tidak bersifat memaksa apalagi menggunakan cara kekerasan untuk merangkul umatnya. Islam adalah agama yang damai, berbudi pekerti serta memiliki sifat tolerasi. Jangan sekalipun Islam menunjukkan jati diri yang buruk, yang dapat dipandang sebelah mata oleh umat lain. Istilah Islam Nusantara tidak lain dan tidak bukan hanya untuk merangkul seluruh masyarakat yang menganut agama Islam.

Baca Juga :  Lika Liku Pendidikan Abad 21

Disadari atau tidak, Islam berpengaruh besar terhadap negara ini. Baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, hukum dan lain semacamnya. Banyak sesuatu yang dalam hal ini dipelopori oleh Islam itu sendiri, baik dari SDA ataupun SDMnya. Faktor tersebut yang akhirnya membuat sadar, bahwa Islam itu penting meskipun istilah Islam Nusantara dianggap sebagai solusi yang tepat untuk menyikapi Islam di Indonesia secara lebih seimbang dan tidak terlalu kaku, namun bebrapa hal juga harus diperhatikan dalam penggunaan istilah islam nusantara.

Sebenarnya, ada beberapa kelompok yang menganggap bahwa istilah Islam Nusantara merupakan upaya untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan budaya-budaya di Indonesia. Mereka menganggap bahwa istilah ini merupakan upaya untuk mengurangi kekuatan dan keabsahan ajaran Islam itu sendiri. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya ketegangan dan perpecahan di antara umat Islam di Indonesia. Mengingat umat Islam yang ada di Indonesia tidak hanya terpaku terhadap budaya islam nusantra, namun banyak dari mereka yang memeiliki budaya-budayanya masing (mungkin saja mengacu terhadap budaya daerah mereka masing-masing)
Maka dari itu, beberapa kelompok yang menganggap bahwa istilah Islam Nusantara merupakan upaya untuk memecah belah umat Islam di Indonesia. Mereka menganggap bahwa istilah ini merupakan upaya untuk membuat adanya perbedaan di antara umat Islam di Indonesia, sehingga menyebabkan terjadinya ketidaksejahteraan dan ketidakharmonisan di antara umat Islam di Indonesia.

Baca Juga :  Menyambut Pemilu 2024 dan Melepas Ketergantungan Politik Uang

Selanjutnya, Islam nusantara yang dalam hal ini begitu mencerminkan bahwa ini merupakan bangsa Indonesia, memicu konflik baru terhadap citra Indonesia yang beragam agama. Agama-agama lain yang mungkin saja akan tenggelam dalam istilah Islam Nusantra itu, semestinya penggunaan istilah nusantara yang pertama kali digunakan oleh penulis abad ke-14 pada masa majapahit ini menunujukkan bahwa ini merupakan istilah yang menyatukan keberagaman yang ada pada waktu itu, bukan hanya untuk menyatukan satu ideologi dalam beberapa perbedaan kebudayaan.

Baca Juga :  Pinjamlah Hatiku yang Kau Lukai

Oleh karena itu, penting bagi umat Islam di Indonesia untuk terus memahami dan menghargai keberagaman budaya yang ada di Indonesia, serta terus memperkuat solidaritas dan kebersamaan di antara umat Islam di Indonesia. Hal ini akan membantu Indonesia menjadi negara yang lebih sejahtera dan damai.


*) Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

Manuver Taktis Surya Paloh, Prabowo & Jokowi Saling Intip…”
Bupati Haji Fauzi: Berpihak pada yang Lemah
Anies-Ganjar ke MK, Bidik Jokowi & Gibran
Peran Ganda Perempuan dalam Pencegahan Radikalisme Dini
Selebrasi Merdeka Berkarya
Balas Pati-Puisi Amanda Amalia Putri
HPN 2024 dan Tantangan Pers di Era Digital
Etika dan Politik

Berita Terkait

Senin, 25 Maret 2024 - 04:16 WIB

Manuver Taktis Surya Paloh, Prabowo & Jokowi Saling Intip…”

Minggu, 24 Maret 2024 - 06:40 WIB

Bupati Haji Fauzi: Berpihak pada yang Lemah

Jumat, 22 Maret 2024 - 20:02 WIB

Anies-Ganjar ke MK, Bidik Jokowi & Gibran

Jumat, 8 Maret 2024 - 11:18 WIB

Peran Ganda Perempuan dalam Pencegahan Radikalisme Dini

Rabu, 28 Februari 2024 - 21:23 WIB

Selebrasi Merdeka Berkarya

Minggu, 11 Februari 2024 - 08:00 WIB

Balas Pati-Puisi Amanda Amalia Putri

Jumat, 9 Februari 2024 - 13:27 WIB

HPN 2024 dan Tantangan Pers di Era Digital

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:18 WIB

Etika dan Politik

Berita Terbaru

Suara Perempuan

Menjadi Mahasiswa Cerdas dan Tangguh

Sabtu, 20 Apr 2024 - 15:09 WIB