Saintek Jadi Arah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Redaksi Nolesa

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat hadir pada kegiatan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Kamis, 7/8/2025 (foto: IST)

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat hadir pada kegiatan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Kamis, 7/8/2025 (foto: IST)

JAKARTA, NOLESA.COM – Menuju Indonesia Emas 2045 pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya menjadikan sains dan teknologi (saintek) sebagai arah strategis utama pembangunan nasional.

Hal ini disampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada saat membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, Kamis kemarin, 7 Agustus 2025.

Dalam acara ini Presiden Prabowo menegaskan bahwa sains dan teknologi akan menjadi arah strategis utama pembangunan nasional dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 yang dijadwalkan hingga 9 Agustus 2025 ini menghimpun lebih dari 2.200 peserta dari kalangan ilmuwan, akademisi, pelaku industri, diaspora, serta perwakilan kementerian dan BUMN.

KSTI ini menjadi wadah penyatuan visi antara ekosistem riset dan dunia usaha untuk menghasilkan inovasi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

Untuk itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa Kemkomdigi siap memperkuat pembangunan talenta digital nasional, termasuk dengan membuka enam program studi baru di STMM ‘MMTC’ Yogyakarta dan memperluas akses pelatihan melalui program Digital Talent Scholarship (DTS).

Baca Juga :  Novita Hardini Serahkan Ambulans Kemanusiaan dan Sembako

“STMM akan meluncurkan enam prodi baru di bidang digital, saat ini sedang dalam tahap penyusunan kurikulum,” jelas Mentri Meutya dalam keterangan resminya, Jumat, 8 Agustus 2025.

Dalam rilis tersebut Mentri Meutya menegaskan Kemkomdigi siap mendukung kemajuan sains dan teknologi melalui pengembangan sumber daya manusia digital.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Targetkan Lapangan Kerja Formal Meningkat pada 2027

Program-program pengembangan SDM digital yang diselenggarakan oleh Kemkomdigi ini bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat terlibat dalam transformasi digital.

“Kami tidak ingin ada yang tertinggal di tengah pesatnya digitalisasi,” ujarnya.

Menambahkan, Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo menyanpaikan bahwa investasi terhadap talenta digital adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita butuh talenta-talenta digital yang unggul untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tandas Angga Raka Prabowo. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata
KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul
Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram
Panen Raya Udang Vannamei, Presiden Prabowo: Sangat Menjanjikan
Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah
Presiden Prabowo Targetkan Lapangan Kerja Formal Meningkat pada 2027
Menag Dorong Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:08 WIB

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:40 WIB

KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:46 WIB

Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:07 WIB

Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:39 WIB

Panen Raya Udang Vannamei, Presiden Prabowo: Sangat Menjanjikan

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB