Puisi-puisi Ilham Jayadi-Madura

Redaksi Nolesa

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilham Jayadi (foto: dokumen pribadi)

Ilham Jayadi (foto: dokumen pribadi)

Pesan Untukmu (Ta); Perihal Harap yang Kau Genggam

Ta…!!!

Sudah sampai mana tubuh kau berkelana?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

riuh bersama anginnya

kini mulai menanyakan kabar.

Perihal harap yang kau simpan

pada teras bibir manismu

Ta…!!!

Mungkin secengkal kesal

sabar ku ikat

pada sebatang bambu

yang tak kenal usia

ketika badai menyapanya

Ta…!!!

Mungkin ini jalan terakhir

menuju taman yang kau singgahi.

Membiarkan burung-burung bercerita

pada sepetak danau yang madam kau selami.

Guluk-guluk, 21 Agustus 2024

Nona Bobo

Selamat malam Nona

selamat dan jangan lupa bobo

dengan tubuh telanjang

untuk membuka dan menerima

kisah-kisah baru

yang telah usai di tengah-tengah

punggung malammu

Selamat malam Nona

kala, yang katanya perih nan gigil

bergeming di sekujur tubuhmu

Baca Juga :  Balas Pati-Puisi Amanda Amalia Putri

membiarkan kegaduhan datang dan pergi,

dengan sendirinya.

Namun, kau tetap diam dan tak bergerak, sekalipun!.

Selamat malam Nona

Hari esok, kau akan terbangun

dengan wajah-wajah tegang dan sigap.

meninggalkan jejak tawanan para Bandit

yang rela menggores tangannya sendiri

ketika arus mulai datang

menapaki asmaraloka

di sepanjang alur tubuhmu.

Guluk-guluk, 21 Agustus 2024

Kepada EL

EL…!!!

Apa kabar dengan perjalanmu?

kini semesta mulai paham

dengan bisiskan hujan kemarau

yang dulu kau harap dan kau ingat

EL…!!!

Apa kabar dengan perjalanmu?

sekarang, tumpukan duri-duri yang kau injak’

mulai rapuh

sebab bisiskan ranting-reranting

yang menjulang menghadap bianglala

mulai rapuh dan gugur satu-persatu

di ruang heningmu

EL…!!!

Terakhir, apa kabar dengan perjalananmu?

masih-kah kau menempuhnya?

atau terpaksa duduk, memeluk hina

Baca Juga :  Puisi-Puisi Aris Setiyanto

tanpa kau asa.

Guluk-guluk, 21 Agustus 2024

Hanya Sebatas Ruang dan Waktu

Mungkin ruang ini cukup sempit

untuk menanam waktu

yang selama ini kau gaduh.

Sehelai rambutmu yang terpaksa ku tanam

tiap hari ku siram

dengan setetes air suci

yang lahir dari kecut keningmu

keesokan harinya,

mata mungil ini mulai terlelap

taman-taman yang kau wariskan

terpaksa ku biarkan

samar-samar waktu kesunyianmu secengkal layu

terkikis dan terkubur bentala

yang hinggap, lalu tumbuh

di tepi tamanmu

Sebelum azrail merampas jatahmu

izinkan ruang dan waktu mengelusnya

sebab, kau akan terlelap

akan bayang-bayang angin yang fana

menusuk matamu

Guluk-guluk, 21 Agustus 2024

Risalah Air Hujan

Hujan, terima kasih telah hadir

setetes air-mu telah mengubah takdir

sumpah-sumpah keagungan telah mati

di tengah-tengah lembaran almanak Tuhan

Baca Juga :  Perempuan Tua yang Tidur di Depan Gereja - Puisi Wail Arrifqi

bunga-bunga keharuman yang dulunya ketiduran

kini hidup kembali

membalik semua kisah-kisah kefanaan

memulai perjalanan alur sejarah baru

suara-suara awan yang tak bisa aku sapa kembali

telah usai, di bawah irisan bentala semesta

pepohonan rindang di depan terasa keresahan

bercerita, mengadu dan mengeluh bersama nasibnya

Guluk-guluk, 25 Juli 2024 M.


Ilhmjyd Merupakan nama pena dari ILHAM JAYADI. Ia pertama kali melihat Alam di Desa Jenangger, Batang-batang, tepat pada tanggal 04 Bulan Maret Tahun 2007. Riwayat pendidikannya mulai dari TK. Nurul Hikmah, MI dan MTs. Nasy-’atul Muta’allimin hingga sekarang Ia berada di lingkungan Ponpes. Annuqayah tepatnya di daerah Lubangsa, dengan menduduki jenjang pendidikannya di SMA Annuqayah serta anggota aktif Komunitas Penyisir Sastra Iksabad (Persi).

Berita Terkait

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Renata Xalisa Putri
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:38 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:36 WIB

Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 26 April 2026 - 15:24 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terbaru