Puisi-Puisi De Eka Putrakha

De Eka Putrakha

Jumat, 5 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi via pixabay.com

Ilustrasi via pixabay.com

Sesuatu Telah Hilang Setelah Aku Mencarinya

 

sekejap mata semua yang membayang perlahan hilang

aku telah mencari sampai celah yang membelah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

namun tak jua kutemui

 

sesuatu menyelinap dalam langkah

bak sebuah tongkat membantu berjalan

sesaat aku lena sebab langkah tak lagi searah

 

aku berupaya menguatkan pijakan kaki

perjalanan masih panjang

meski tertatih masih saja kumelangkah

setapak demi setapak

tak kuhiraukan tongkat itu telah patah

Baca Juga :  Sandiwara Akhir Bulan

atau sengaja membelokkan langkah

 

sesuatu telah hilang dalam ingatan

sementara aku masih saja mencari

sesuatu yang akan menjadi pengingat.

 

Bandung, 21.10.21

 

Kebimbangan

 

seseorang datang membawakan masa depan

pada sebuah pintu dirinya menunggu

sepertinya waktu telah lama merayunya

: pun merayuku

aku berjalan menghampiri

tidak begitu jauh langkah kembali terhenti

sampai bilakah pintu itu terbuka

atau waktu memang sengaja memelankan detiknya

agar langkah kembali berjalan

Baca Juga :  Lambaian Tanganmu - Puisi Ngadi Nugroho (Jawa Tengah)

 

namun pintu tak lagi satu

juga persimpangan sejenak menghentikan langkah

kupintakan setiap harap agar semua permintaan tidak hanya pengharapan

langkah ini tak ingin berhenti

sampai bila detik itu masih terus berjalan

sampai bila detak ini masih terus berdenyut

 

kebimbangan hanyalah membiarkan gerak waktu

berupaya meninggalkanmu

atau mendekati lantas menjauhi

tiada kepastian pada pijakan

di dua arah jalan yang berbeda.

 

Bandung, 2021

 

Sebentar Saja

 

aku menyudahi hari

Baca Juga :  Puisi-Puisi Riska Widiana

bersama puisi yang menyepi

tak perlu bertanya lagi

tentang hari yang terlewati

 

puisi-puisi ini akan selalu hadir

—sebentar saja—

serupa bagaimana orang-orang

melupakan cerita kemudian berlalu pergi.

 

Bandung, 02.1.20

 

Berpusar Pada Rindu

 

orang-orang terlalu sibuk mencari bait

puisi telah diam di lembaran surat kabar dan media online

sementara si penulis puisi tengah menanti

hingga di mana puisi-puisinya berpusar pada rindu.

 

Bandung, 2021

Berita Terkait

Puisi Muhammad Dzunnurain Madura
Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara Maluku Utara
Puisi-puisi A. Daniel Matin Madura
Puisi-puisi Abd Gafur Sajjad Alfarisi
Puisi-puisi Maria Dominika Tyas Kinasih Semarang
Puisi-puisi Iyong
Balas Pati-Puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Abdurrahman ZN-Di Stasiun Kereta

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 23:50 WIB

Puisi Muhammad Dzunnurain Madura

Minggu, 26 Mei 2024 - 12:30 WIB

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara Maluku Utara

Minggu, 26 Mei 2024 - 11:00 WIB

Puisi-puisi A. Daniel Matin Madura

Minggu, 19 Mei 2024 - 07:30 WIB

Puisi-puisi Abd Gafur Sajjad Alfarisi

Kamis, 9 Mei 2024 - 08:08 WIB

Puisi-puisi Maria Dominika Tyas Kinasih Semarang

Selasa, 30 April 2024 - 11:00 WIB

Puisi-puisi Iyong

Minggu, 11 Februari 2024 - 08:00 WIB

Balas Pati-Puisi Amanda Amalia Putri

Minggu, 28 Januari 2024 - 11:30 WIB

Puisi-puisi Abdurrahman ZN-Di Stasiun Kereta

Berita Terbaru

Anggun Cahyaningrum (Foto: dokumen pribadi)

Budaya

Rokat Pandhaba: Identitas Budaya yang Masih Terjaga

Jumat, 14 Jun 2024 - 13:11 WIB