SUMENEP, NOLESA.COM – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur terus melakukan langkah nyata dalam menekan kasus tuberkulosis (TBC).
Salah satunya Dinkes P2KB Sumenep memperketat pengawasan terhadap penderita tuberkulosis (TBC) melalui pemantauan rumah ke rumah.
Cara ini dilakukan Dinkes P2KB Sumenep guna memastikan keberlanjutan pengobatan yang menjadi kunci kesembuhan bagi pasien TBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Syamsuri, menjelaskan bahwa pemantauan door to door dilakukan secara rutin oleh petugas.
Dalam program ini, kata Kabid Syamsuri, Dinkes P2KB bekerja sama dengan kader Puskesmas dan kader khusus dari Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA).
“Kami berfokus pada pemantauan untuk memastikan pasien tidak terputus dari pengobatan, karena pengobatan yang kontinu adalah faktor utama dalam keberhasilan penyembuhan TBC,” ujar Syamsuri, Kamis, 20 November 2025.
Syamsuri mengungkapkan bahwa pemantauan ini tercatat dalam sistem informasi TBC nasional yang terhubung langsung dengan Kementerian Kesehatan. Dengan seperti inj memungkinkan koordinasi yang lebih baik dalam pengawasan pengobatan pasien TBC di ujung timur Pulau Madura.
Selain itu, lanjut Syamsuri, petugas juga memastikan distribusi obat kepada pasien sesuai kebutuhan, dengan pengiriman obat dilakukan secara berkala, mulai dua minggu hingga satu bulan sekali, tergantung pada aksesibilitas wilayah.
“Kami menekankan bahwa konsistensi dalam pengobatan sangat penting. Kami memastikan pasien tetap berobat, meski berada di daerah yang sulit dijangkau. Kunci penyembuhan adalah pengobatan yang tidak boleh terputus selama enam bulan,” tuturnya.
Untuk diketahui, dari data Dinkes P2KB Sumenep, jumlah penderita TBC di daerah tersebut masih tergolong tinggi. Pada 2023 tercatat 2.556 kasus, naik menjadi 2.589 kasus pada 2024. Namun, hingga Oktober 2025, angka tersebut mulai menunjukkan penurunan menjadi 2.294 kasus. Karenanya, Dinkes P2KB Sumenep terus melakukan upaya nyata untuk menekan angka tersebut. (*)
Penulis : Rusydiyono










