SUMENEP, NOLESA.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk menjalankan prinsip pembangunan partisipatif dengan membuka ruang aspirasi seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan kolektif warga Sumenep.
Ruang aspirasi ini dibuka melalui berbagai jalur, mulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) secara berjenjang hingga pemanfaatan platform digital yang bisa diakses oleh masyarakat umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bappeda ingin memastikan bahwa tidak ada kelompok masyarakat yang terabaikan, termasuk kelompok perempuan, penyandang disabilitas, hingga masyarakat di wilayah kepulauan terjauh.
Dalam proses ini, Bappeda bertindak sebagai fasilitator yang menyaring dan menyinkronkan usulan-usulan dari tingkat bawah agar selaras dengan kemampuan fiskal daerah dan skala prioritas pembangunan.
Keterbukaan ini diharapkan mampu meminimalisir program yang bersifat “top-down” dan menggantinya dengan inisiatif yang lahir langsung dari akar rumput.
Selain menerima usulan fisik seperti infrastruktur, Bappeda juga mendorong masyarakat untuk memberikan masukan terkait program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan tercipta rasa memiliki yang tinggi terhadap hasil-hasil pembangunan yang akan dilaksanakan nantinya.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa setiap masukan yang masuk akan dikaji secara objektif demi kemajuan daerah yang lebih merata.
”Pintu aspirasi selalu terbuka karena pembangunan yang sukses adalah pembangunan yang didengar dan dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” pungkas Arif Firmanto, Senin, 12 Januari 2026. (*)
Penulis : Rusydiyono










