Cerita Pilu Sebelum Badai Berlalu di Pulau Masalembu

Redaksi Nolesa

Senin, 27 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Badai pasti berlalu. Bagi orang pulau kata itu bukan lagi lirik lagu, melainkan sebuah kenyataan yang harus dihadapi dengan penuh keikhlasan.

Seperti halnya cerita warga Pulau Masalambu, Kabupaten Sumenep yang kini tengah kesulitan membeli bahan pokok karena di pulau tersebut lagi diterpa badai.

Semakin lama badai menerjang maka, semakin lama pula warga terjebak dalam kebingungan menghadapi kenyataan. Stok yang ada terus berkurang dan kapal-kapal pengiriman barang dari luar dihentikan selama badai belum usai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti cerita Komarudin, untuk saat ini warga sudah mulai kesulitan mendapatkan kebutuhan bahan pokok. Khususnya beras dan gas elpiji.

Baca Juga :  Setelah Bubarkan PBAK Kini Gerbang Ditutup, Ketua Sema: Kondisi UIN SUKA Mencemaskan

Khusus beras untuk sementara stoknya masih ada. Hanya saja beras yang ada sudah tidak layak konsumsi, apek dan berkutu.

Sudah begitu, kata Komar, harga beras dengan kualitas seperti itu harganya terus melambung tinggi. Satu kilogram beras harganya mencapai Rp15.000 sampai 17.000. Padahal sebelum terjadi badai harga beras layak konsumsi hanya Rp12.500.

“Itupun pembeliannya dibatasi agar semua kebagian,” ujarnya.

Sembari menunggu badai berlalu warga berupaya mencari solusi lain untuk bisa bertahan hidup. Sebagian beralih menggunakan beras ketan untuk dikonsumsi.

Baca Juga :  Heboh Pelantikan Abdullah Azwar Anas

“Walaupun seharga Rp16.000 per kilogram warga tetap membeli,” tuturnya.

Cerita badai Masalembu dan krisis bahan makanan dibenarkan oleh Darul Hasyim Fath anggota DPRD Sumenep asal pulau tersebut. Menurutnya kejadian semacam itu bukan yang pertama dirasakan warga Masalembu.

Namun untuk kali ini beda dengan kejadian sebelumnya, sekarang badai datang tiada henti terus menerus selama 15 hari.

Oleh sebab itu, politisi PDIP itu berharap adanya gotong royong antara Pemrof Jatim dan Pemkab Sumenep untuk mengurai krisis pangan selama badai belum berhenti.

Politisi yang akrab disapa Darul, itu menyarankan agar segera ada pengiriman bahan makana ke sana. Apapun caranya.

Baca Juga :  Disaksikan Ribuan Massa Aksi PMII, Kapolres Sumenep Berjanji Usut Tuntas Kasus Pencemaran Institusi PMII

“Kan bisa menggunakan kapal perang milik TNI itu, saya kira itu solusi yang tepat karena kapal tersebut tahan ombak dan badai,” kata Darul.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep itu juga mengungkapkan sejauh ini yang memiliki niatan mengirimkan bahan makanan baru Polres Sumenep. Tetapi keinginannya itu kandas sebab badai belum juga redah.

“Akhirnya gagal juga, karena armada yang akan digunakan tidak tahan badai,” ungkapnya mengakhiri cerita badai dan krisis pangan di Pulau Masalembu.


Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Terkait Bayi dalam Plastik Merah di Pabian Sumenep, Polisi Terus Selidiki Ibu Kandung
Pasca Lebaran Idul Adha, Warga Sumenep Digegerkan Bayi Terbungkus Plastik
Sampang Berduka, Hj Mimin Tutup Usia
Mobil Dinas Sumenep Gunakan Penutup Nopol Warna Gelap Disorot Netizen, Begini Tanggapan Kasat Lantas Setempat
Puskesmas Batang-Batang Diluruk Warga
Malang Nian Nasib Bayi di Batang-Batang ini, Diduga Meninggal Karena Jadi Korban Malpraktik Puskesmas Setempat
Celana Dalam Laki-laki di Ruang Paripurna DPRD Sumenep
Jalan Penghubung Gapura Tengah-Tamidung Sering Makan Korban, GPS Ambil Langkah Tegas

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:45 WIB

Terkait Bayi dalam Plastik Merah di Pabian Sumenep, Polisi Terus Selidiki Ibu Kandung

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:18 WIB

Pasca Lebaran Idul Adha, Warga Sumenep Digegerkan Bayi Terbungkus Plastik

Selasa, 28 Mei 2024 - 18:00 WIB

Sampang Berduka, Hj Mimin Tutup Usia

Senin, 22 Januari 2024 - 15:30 WIB

Mobil Dinas Sumenep Gunakan Penutup Nopol Warna Gelap Disorot Netizen, Begini Tanggapan Kasat Lantas Setempat

Selasa, 28 November 2023 - 11:40 WIB

Puskesmas Batang-Batang Diluruk Warga

Berita Terbaru

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD (Foto: Istimewa)

Politik

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:29 WIB